Persebaya Surabaya

Cerita Bonita Kecanduan Persebaya Surabaya

Mega Ayu Amartha Putri sudah menjadi Bonita sejak musim 2017 saat Persebaya kembali berlaga di kompetisi tanah air setelah lima musim dibekukan

Penulis: Khairul Amin | Editor: Fatkhul Alami
Dokumentasi Mega Ayu Amartha Putri
Mega Ayu Amartha Putri yang berasal dari Sidoarjo sudah menjadi Bonita sejak musim 2017 saat Persebaya kembali berlaga di kompetisi tanah air setelah lima musim dibekukan 

 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jejak Mega Ayu Amartha Putri menjadi Boita untuk memberi dukungan Persebaya Surabaya layak diacungi jempol.

Mega Ayu Amartha Putri yang berasal dari Sidoarjo sudah menjadi Bonita sejak musim 2017 saat Persebaya kembali berlaga di kompetisi tanah air setelah lima musim dibekukan.

Menariknya, Mega mengenal Persebaya dari cara unik, tidak dari lingkungan sekolah.

"Waktu itu ada acara karnaval di desa saya, pemuda membuat konsep tentang Persebaya, terus mereka buat ogoh-ogoh buaya besar yang melambangkan Persebaya," cerita Mega, Selasa (20/9)

Dari rasa penasaran, akhirnya Mega menerima tantangan temen untuk ikut nribun menyaksikan Persebaya berlaga di Stadion GBT. Waktu itu ia menyaksikan laga antara Persebaya dan Persinga Ngawi pada 2017.

"Pertama kalinya masuk GBT yang sebagian sudah terisi dengan suporter lain, demi Allah saya merinding, dalem hati saya kayak wow udah ta bisa ngomong, langsung jatuh cinta sama Persebaya," ucap anak pertama dari dua bersaudara itu.

"Saya langsung kecanduan rasanya pengen nonton lagi lagi dan lagi. Dan perlahan mencari tau tentang Persebaya memang tidak seburuk apa yang saya pikiran sebelumnya," tambahnya.

Kecintaan Mega pada Persebaya bukan tanpa perjuangan. Ia sempat dilarang orang tua karena rasa khawatir akan keselamatannya.

"Tapi aku selalu meyakinkan mereka bahawa Bonek sekarang jauh lebih dewasa dari sebelumnya," tegasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved