Berita Kota Surabaya

Balai RW di Surabaya Jadi Sekolah, Anak-Anak Bisa Tempat Les dan Ngaji, Serta Ikuti Bimbel Gratis

Balai RW juga menjadi lokasi berkumpulnya anak-anak. Ketika anak-anak itu kumpul, otomatis orangtuanya ikut serta keluar

surya/bobby constantine Koloway
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meluncurkan program Sinau Bareng Ngaji Bareng di Balai RW 5, Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng, Surabaya. 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Alternatif tempat belajar di Surabaya bertambah, selain di sekolah. Kini anak-anak di Kota Pahlawan bisa memanfaatkan Balai RW sebagai tempat les hingga belajar berbagai mata pelajaran hingga kegiatan mengaji.

Ini setelah Pemkot Surabaya meluncurkan program 'Sinau Bareng Ngaji Bareng' di Balai RW. Ditambah dengan layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), program ini berkolaborasi antara Dinas Pendidikan dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB).

Dalam program ini, anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan bisa mengikuti bimbingan belajar tanpa dipungut biaya. "Balai RW kini bisa menjadi tempat belajar. Baik pelajaran matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan sebagainya. Juga jadi tempat pendidikan agama," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Rabu (21/9/2022).

Meski balai RW, tetapi pemkot menjamin bahwa fasilitas pendidikan pun cukup lengkap. Mulai dari tenaga pendidik hingga sejumlah sarana penunjang belajar seperti papan tulis dan meja belajar. Tenaga pendidiknya bukan hanya berasal dari masyarakat sekitar Balai RW, namun juga mahasiswa dari Perguruan Tinggi dan sejumlah pemuka agama.

Nantinya, tim pendidik akan dikoordinir oleh seorang guru profesional. Menurutnya, kolaborasi antara pemkot dengan pemuka agama dan perguruan tinggi ini sebagai wujud kerjasama membangun kota. "Misalnya, mahasiswa yang menguasai mata pelajaran tertentu bisa mengajar di balai RW. Ngajari arek cilik-cilik," kata Alumni ITS Surabaya ini.

"Kemudian ada hafidz Al-Quran, ia bisa menyampaikan ilmu agamanya di sini. Inilah yang namanya gerak bersama," tambah Cak Eri.

Meski demikian, program tersebut saat ini dilakukan secara bertahap. Saat ini baru 19 balai RW dari 15 Kelurahan di 12 Kecamatan yang mengikuti program ini. Di antaranya, Puspaga, Sinau dan Mengaji di Balai RW 5, Kelurahan/Kecamatan Genteng yang menjadi lokasi peluncuran program ini, Selasa (20/9/2022) lalu.

Dengan "menghidupkan" Balai RW, Cak Eri ingin pembangunan SDM bisa maksimal mulai kampung. Menurut Cak Eri, Balai RW adalah tempatnya bersosialisasi dan komunikasi warga. Biasanya, Balai RW menjadi tempat rapat dan membicarakan berbagai hal untuk kampungnya.

Kini, Balai RW juga menjadi lokasi berkumpulnya anak-anak. "Ketika anak-anak itu kumpul, otomatis orangtuanya ikut serta keluar. Ada komunikasi antar warga," terangnya.

"Sehingga apa? Surabaya yang penuh dengan toleransi, tolong menolong yang tinggi itu bisa terus diwujudkan. Sehingga kampung terjaga dan terhindar dari radikalisme bahkan intoleransi," ia menambahkan.

Tidak hanya program pendidikan, Balai RW juga dilengkapi dengan fasilitas Puspaga. Harapannya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak hilang di Kota Surabaya. Selain di RW tersebut, fasilitas serupa akan diperluas ke Balai RW lainnya dengan harapan seluruh Balai RW di Surabaya bisa menjadi tempat ramah untuk anak menuntut ilmu.

"Di akhir Desember, seluruh Balai RW di Surabaya sudah harus berfungsi untuk kegiatan ini. Harus layak dan memiliki 2 lantai. (Gotong royong) ini ciri khasnya Budaya Arek Suroboyo," tandas Cak Eri. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved