Berita Gresik

13 Pasangan Suami Istri Lakukan Isbat Nikah, Pemkab Gresik Fasilitasi Dokumen Kependudukan

Sebanyak 13 pasangan suami istri dari 8 kecamatan di Gresik mengikuti Isbat Nikah terpadu.

Penulis: Willy Abraham | Editor: irwan sy
Pemkab Gresik
Sebanyak 13 pasangan dari delapan kecamatan melakukan isbat nikah di ruang Putri Mijil, kompleks pendopo Bupati Gresik. 

Berita Gresik

SURYA.co.id | GRESIK - Sebanyak 13 pasangan suami istri dari 8 kecamatan di Gresik mengikuti Isbat Nikah terpadu.

Dilengkapi dengan pelaminan di Ruang Putri Mijil, kompleks pendopo Bupati Gresik, ke-13 pasangan suami istri tersebut tampak sumringah dan tampak mengabadikan momen istimewa ini.

"Alhamdulillah kita dari Pemkab Gresik bisa memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat dalam kelengkapan administrasi, baik dalam bentuk buku nikah maupun dokumen kependudukan melalui pelayanan terpadu Isbat Nikah," ujar Sekda Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman saat membuka isbat nikah, Selasa (20/9/2022).

Sekda Washil menjelaskan bahwa Isbat Nikah yang merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Gresik yang bekerja sama dengan Pengadilan Agama, Kementerian Agama, dan Baznas Gresik.

Pelayanan terpadu Isbat Nikah hari ini akan menghasilkan dokumen keputusan Isbat Nikah dari Pengadilan Agama Gresik.

Selain itu, diberikan juga secara langsung berbagai kelengkapan dokumen kependudukan kepada pasangan suami istri mulai dari KTP, buku nikah, hingga kartu keluarga dan akta kelahiran.

"Dengan dilaksanakan Isbat Nikah ini, maka akan memberikan perlindungan dan kepastian hukum terhadap pasangan suami istri dan status anak yang dilanjutkan dalam perkawinan tersebut," terang Sekda Washil.

Plt Dispendukcapil Gresik Khusairi menambahkan, selain memberikan perlindungan dan kepastian hukum status perkawinan pasangan suami istri dan anak, Isbat Nikah ini juga memberikan kemudahan dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat terkait pelayanan Isbat Nikah, pencatatan perkawinan dan penerbitan dokumen kependudukan.

Yang tak kalah penting adalah, membantu masyarakat yang kurang mampu untuk mendapatkan akta perkawinan dan dokumen kependudukan.

"Dokumen kependudukan merupakan hak siapapun, termasuk anak atau putra putri kita," tegas Khusairi.

Dalam kegiatan hari ini, tercatat pasangan suami istri tertua yang mengikuti Isbat nikah hari ini adalah pasangan H M Sulhan dan Lilik Fauziyah yang berusia 63 dan 48 tahun, dan pasangan termuda adalah Ali Muafan dan Yuli Aminatuzzahro' yang masing-masing berusia 24 dan 19 tahun.

Alfarensa dan Hamidah, pasangan dari Kecamatan Gresik menjadi salah satu peserta dalam Isbat Nikah hari ini mengaku sangat berbahagia.

Setelah menikah sejak tahun 2017 dan memiliki 2 orang anak, akhirnya pada hari ini bisa memiliki dokumen nikah dan kependudukan yang diakui negara.

Sebagai informasi, di Kabupaten Gresik pernikahan secara agama (nikah siri) masih banyak terjadi.

Tercatat pada triwulan pertama tahun 2020, sebanyak 600 pasangan menikah secara agama, jika sampai hari ini diperkirakan jumlahnya kurang lebih mencapai 1.000 pasangan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved