Berita Jember

Terjunkan 3.967 Petugas Pendataan Regsosek, Bupati Jember : Jangan Lagi Warga Mampu Dapat Bantuan

Bupati Jember, Hendy Siswanto menghadiri Rakorda Pendataan Awal Regsosek yang diadakan di Hotel Java Lotus tersebut

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Deddy Humana
surya/sri wahyunik
Bupati Jember, Hendy Siswanto berpidato dalam acara Rakorda Pendataan Awal Regsosek Kabupaten Jember, Selasa (20/9/2022). 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022 yang menjadi program pemerintah terkait pendataan penduduk, juga dilakukan di Kabupaten Jember. Dan Badan Pusat Statistik (BPS) Jember pun menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pendataan Awal Regsosek 2022, Selasa (20/9/2022).

Rakorda Pendataan Awal Regsosek tersebut melibatkan semua camat di Kabupaten Jember, sejumlah pimpinan perguruan tinggi, beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD), juga beberapa perwakilan instansi di Kabupaten Jember.

Bupati Jember, Hendy Siswanto menghadiri Rakorda Pendataan Awal Regsosek yang diadakan di Hotel Java Lotus tersebut.

Kepala BPS Jember, Tri Erwandi mengatakan, Regsosek merupakan hal baru berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. "Inpresnya masih baru, dan data yang dihasilkan dari Regsosek ini nantinya dipakai dalam kebijakan program sosial dan ekonomi," ujar Tri Erwandi.

Data yang dihasilkan dari Regsosesk ini, lanjutnya, bisa dipakai dalam membuat kebijakan pemerintah kabupaten/kota melalui OPD masing-masing, kecamatan, atau pihak desa. "Seperti contoh kebijakan untuk UMKM," lanjutnya.

Melalui Rakorda Pendataan Awal Regsosek tersebut, Tri Erwandi meminta dukungan dari semua pihak di Kabupaten Jember, mulai dari tingkat kabupaten hingga RW dan RT. "Kami mohon dukungan dari semua pihak. Rakorda hari ini merupakan awal, nantinya akan diikuti kegiatan lanjutan," kata Tri.

BPS membutuhkan dukungan banyak pihak, karena Regsosek bakal menyasar semua keluarga di Kabupaten Jember yang tersebar di 248 desa dan kelurahan di 31 kecamatan.

Sedangkan Regsosek di Jember melibatkan 3.967 orang petugas. Mereka terdiri atas 3.117 petugas pendata lapangan (PPL), 788 orang pengawas, dan 62 orang koordinator sensus kecamatan.

Pendataan Regsosek dilakukan mulai 15 Oktober hingga 14 November 2022. Saat ini BPS masih dalam tahap seleksi petugas Regsosek yang kemudian dilanjutkan dengan pelatihan. Di Kabupaten Jember ada 4.493 orang pendaftar pada tahap seleksi.

Berdasarkan penjelasan BPS, pendataan Regsosek adalah pengumpulan data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan.

Informasi yang dikumpulkan adalah kondisi sosial ekonomi demografis, kondisi perumahan dan sanitasi air bersih, kepemilikan aset, kondisi kerentanan kelompok penduduk khusus, informasi geospasial, tingkat kesejahteraan, dan informasi sosial ekonomi lainnya.

Sementara Bupati Hendy menginstruksikan kepada semua jajaran di Pemkab Jember untuk membantu pendataan Regsosek. "Kepada Pak Camat seluruhnya, juga para kades, tolong dibantu. Sebab pendataan awal ini sangat penting yakni menuju satu data. Dan ini tidak mungkin dikerjakan sendirian. Apalagi saat ini pendataan ini masih menjadi persoalan kita bersama," tegas Hendy.

Hendy mengakui, sejumlah data di daerah memang masih kacau balau. Karena itu, ia meminta keterlibatan camat dan kepala desa/lurah dalam pendataan ini supaya menghasilkan data yang valid di seluruh keluarga di Kabupaten Jember.

Nantinya, pihaknya bakal bersama-sama mendukung kesuksesan pendataan ini. “Bagaimana caranya? Ya harus mengantarkan ke lapangan. Pastikan semua ikut terdata, jangan sampai ada yang kelewatan,” paparnya.

Lebih lanjut, pendataan ini nantinya diharapkan juga menjadi satu upaya untuk memperbarui data penerima bantuan. Mengingat masih ada data yang saat ini tumpang tindih. “Mereka mampu tetapi masih dapat bantuan. Mereka yang belum mampu, malah sama sekali tidak dapat,” terangnya.

Untuk itu, Hendy berharap para perangkat RT dan RW lebih sigap memberikan informasi terkait warga mereka masing-masing. “Kasih tahu siapa saja yang perlu mendapatkan bantuan. Kalau bukan mereka, siapa yang tahu,” pungkasnya. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved