Breaking News:

Berita Gresik

Sopir Angkot di Gresik Rugi, Meski Pertalite Naik Rp 2.350 Tetapi Tarif Penumpang Naik Rp 2.000

Tarif angkot naik rata-rata hanya Rp 2.000 per penumpang sedangkan kebanyakan angkot memakai BBM jenis Pertalite.

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochammad Sugiyono
Angkutan umum jurusan Pasar Gresik ke Pasar Cerme berjajar di depan Gedung DPRD Kabupaten Gresik untuk mengantarkan anak-anak sekolah, Selasa (20/9/2022). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi memang tak menguntungkan masyarakat kecil, bahkan pelaku sektor jasa angkutan umum. Para sopir angkutan kota (angkot) di Gresik pun terpaksa menaikkan tarif penumpang meski sebenarnya tetap rugi.

Tarif angkot naik rata-rata hanya Rp 2.000 per penumpang sedangkan kebanyakan angkot memakai BBM jenis Pertalite.

Seperti diungkapkan seorang sopir angkutan umum jurusan terminal Osowilangun Surabaya ke Terminal Bunder Gresik. Ia mengaku, tarif angkutan umum sudah naik sejak kenaikan harga BBM pada Sabtu (3/9/2022).

"Sejak bensin (BBM) naik, kita juga langsung menaikan tarif sebesar Rp 2.000 perorang sekali naik," kata seorang sopir yang enggan disebut namanya saat di terminal angkutan umum Bunder - Gresik, Selasa (20/9/2022).

Ia menambahkan, kenaikan tarif penumpang angkutan umum Rp 2.000 itu masih lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan harga Pertalite. "Kita hanya menaikan harga tarif penumpang Rp 2.000. Padahal Pertalite naik Rp 2.350 perliter. Sebelumnya Rp 7.650 perliter, naik menjadi Rp 10.000 perliter," imbuhnya sambil menunggu perbaikan mobil angkutan umum.

Pemerintah pusat telah menaikkan harga BBM bersubsidi mulai Pertalite dengan harga Rp 10.000 perliter dari harga sebelumnya Rp 7.650 perliter. Kemudian, harga solar subsidi naik Rp 6.800 dari Rp 5.150 per liter, atau ada kenaikan harga Rp 1.650 per liter.

Sedangkan Pertamax juga naik dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 perl iter, ada kenaikan Rp 2.000 per liter. "Kenaikan BBM bersubsidi paling tinggi adalah Pertalite yaitu Rp 2.350 per liter," imbuhnya.

Begitu juga disampaikan sopir angkutan umum jurusan Pasar Kota Gresik ke Cerme. Bahwa tarif penumpang telah dinaikkan saat BBM bersubsidi naik. "Benar, tarif harus naik meski hanya Rp 2.000," kata seorang sopir angkutan umum warna merah.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik Tarso S mengatakan, untuk kenaikan tarif penumpang angkutan umum belum ada pengumuman secara resmi. "Kalau kenaikan tarif angkot (angkutan kota, red) baru wacana, belum ada surat," kata Tarso. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved