Berita Bangkalan

Pelaku Begal di Bangkalan Pantas Cemas,Setiap Kapolsek Akan Dirikan Pos di Titik Rawan Kejahatan

3C itu merupakan kependekan dari pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor)

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya.co.id/ahmad faisol
Salah satu dari tiga Pos Polisi 3C di Jalan Raya Desa Sendang Laok, Kecamatan Socah didirikan pada 2019 sebagai upaya menekan angka kriminalitas di Bangkalan. 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Para pelaku kejahatan jalanan, seperti begal, tidak bakal bisa tidur nyenyak di Bangkalan. Sejak memimpin jajaran kepolisian di Bangkalan, Kapolres AKBP Wiwit Ari Wibisono makin galak menekan tindak kriminalitas, dan kini juga memerintahkan setiap kapolsek mendirikan satu pos polisi di titik rawan kejahatan begal di wilayah kerja masing-masing.

Program pendirian pos-pos anti kriminalitas di setiap wilayah polsek itu merupakan cara menekan angka kriminalitas di Bangkalan. Ini merupakan langkah preventif, di mana setiap pos polisi yang akan didirikan itu dinamakan Pos 3C.

3C itu merupakan kependekan dari pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Saat ini sudah ada tiga pos 3C yang telah didirikan pada pertengahan tahun 2019. Masing-masing pos di Jalan Raya Telang, Kecamatan Kamal, di jalur sepi menuju kawasan Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Jalan Raya Desa Pendabah Kecamatan Kamal, dan di Jalan Raya Desa Sendang Laok, Kecamatan Socah.

Keberadaan tiga pos anti begal itu bertujuan merespons maraknya aksi perampasan sepeda motor dengan sasaran mahasiswa termasuk masyarakat. Sebelumnya, tindakan represif ditempuh Polres Bangkalan dengan menembak mati tiga pelaku begal pada pertengahan 2018.

Keputusan tegas dan terukur terhadap tiga pelaku begal itu mampu membuat kondusif Bangkalan selama hampir 10 bulan dari tindakan begal. Namun, ketenangan masyarakat kembali diguncang serangkaian aksi pelaku begal sadis yang menyasar mahasiswa UTM pertengahan Mei 2019. Tiga pos tersebut pun akhirnya dijaga 24 jam.

“Tiga Pos 3C sudah ada, kalau masih bisa ditingkatkan kenapa tidak. Kami akan tambah lagi, saya tekankan kepada para kapolsek untuk membangun pos. Tentukan di satu titik yang kira-kira rawan tindakan kriminal,” ungkap Wiwit kepada SURYA, Selasa (20/9/2022).

Kepada seluruh personel Polres Bangkalan, Wiwit menegaskan agar tidak berpuas diri kendati trend angka kriminalitas terutama 3C dalam beberapa bulan terakhir sejak ia menjabat Kapolres Bangkalan, cenderung menurun.

“Mulai agak turun, cuma karena Allah dan doa kita. Tetapi tidak bisa mengesampingkan tugas kita juga, pasti ada peran manusia di situ. Hanya saja kita tidak boleh takabur, peran manusia tidak ada apa-apanya, kecil,” tegasnya.

Seperti diketahui, hasil Analisa dan Evaluasi (Anev) Kriminalitas 2018 dan 2019 Polres Bangkalan menyebutkan, curat dan curas menjadi tindak kejahatan paling tinggi di Kabupaten Bangkalan selama periode 2018-2019.

Disebutkan, aksi curat di 2018 meningkat 100 persen dengan jumlah laporan sebanyak 36 kasus, 24 kasus di antaranya telah terselesaikan. Sedangkan pada tahun 2019 dilaporkan 72 kasus, 44 kasus di antaranya terselesaikan.

Untuk tindak kejahatan curas di tahun 2018 dilaporkan 21 kasus. Sedangkan di tahun 2019 ada 30 kasus. Namun secara keseluruhan, angka kriminalitas di tahun 2018 dan 2019 dari beragam tindak pidana kejahatan mengalami penurunan hingga 11 persen. Pada tahun 2018 total angka kriminalitas mencapai 438 kasus. Sedangkan di tahun 2019 tercatat 388 kasus.

Selain memerintahkan kepada setiap kapolsek pendirian Pos Polisi 3C, lanjut Wiwit, pihaknya di satu sisi juga menekan Satuan Reskrim Polres Bangkalan untuk terus melakukan pengungkapan kasus.

“Ini tidak lepas dari upaya kami sebagai manusia. Sambil berdoa, yang DPO tetap dicari untuk dihukum. Karena kejahatan akan selalu ada tetapi kejahatan bisa berkurang atas kehendak Allah, butuh waktu dan butuh proses,” paparnya.

Wiwit menambahkan, penjagaan pos-pos polisi yang akan dibangun akan melibatkan masyarakat terutama pos yang lokasinya jauh dari polsek. Sinergitas bersama masyarakat diharapkan menciptakan sinergitas demi terwujudkan Bangkalan aman dari tindak kriminalitas.

“Kalau (Pos 3C) yang dekat bisa diisi polisi tetapi kalau yang jauh, tolong masyarakat diberdayakan. Saya rasa masyarakat mau karena demi masyarakat juga. Tetapi kalau tidak ada juga, suruh menghadap saya, biar saya bayar,” pungkas Wiwit. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved