Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal

Inilah 'Senjata Pamungkas' Ferdy Sambo Lawan Polri Temuan IPW Agar Lolos Hukuman Mati, 2 Terbukti

Inilah 'senjata pamungkas' Ferdy Sambo untuk melakukan perlawanan terhadap Polri dari dokumen temuan Indonesia Police Watch (IPW).

Editor: Iksan Fauzi
Kolase Kompas.com
Inilah dokumen yang diduga akan dijadikan Ferdy Sambo sebagai senjata untuk melakukan perlawanan terhadap Polri temuan IPW. Dokumen tersebut untuk menghindarkan Ferdy Sambo dari hukuman mati. 

SURYA.co.id - Inilah 'senjata pamungkas' Ferdy Sambo untuk melakukan perlawanan terhadap Polri dari dokumen temuan Indonesia Police Watch (IPW).

Perlawanan tersebut digunakan Ferdy Sambo untuk meloloskan diri dari hukuman mati yang dijeratkannya. yakni  pembunuhan berencana sesuai pasal 340 subsider pasal 338 juncto pasal 55 dan 56 KUHP.

Seperti diketahui, dalam kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, tim khusus (timsus) telah menetapkan lima tersangka.

Mereka adalah Ferdy Sambo, istri Ferdy Sambo yakni Putri Candrawathi, Bripka RR atau Brigadir Kepala Ricky Rizal, Richard Eliezer alias Bharada E dan Kuwat Maruf.

Setidaknya, 'senjata' Ferdy Sambo itu selama ini sudah terbukti dan membuahkan hasil dalam dua hal.

Pertama, tidak ditahannya istri Ferdy Sambo. Kedua, menggelindingnya isu pelecehan terhadap Putri Candrawathi yang tetap mengemuka di tengah proses hukum kasus pembunuhan Brigadir J.

“Ini yang setidak-tidaknya dipertahankan, agar yang bersangkutan bisa memiliki ruang di dalam pokok perkaranya di kasus pembunuhan berencana,” ujar Sugeng Teguh Santoso, Ketua Indonesia Police Watch (IPW).

Menutu Sugeng, dokumen yang menjadi senjata itu diduga akan digunakan Ferdy Sambo untuk melakukan perlawanan seusai dipecat dari Polri.

Sugeng mengaku memiliki dokumen yang mengindikasikan hal tersebut.

Dijelaskan Sugeng, perlawanan yang dilakukan Ferdy Sambo ini di luar proses hukum.

Sugeng menyebut, pihaknya mempunyai dokumen-dokumen yang memiliki sinyalemen akan ada upaya perlawanan di luar proses hukum.

Nantinya, perlawanan itu dilakukan melalui pendeskreditan.

“IPW punya dokumen-dokumen itu, dokumen-dokumen itu yang pernah saya sampaikan dalam satu sinyalemen, bahwa akan ada upaya perlawanan di luar proses hukum yang terjadi melalui pendeskreditan," ujar Sugeng

Salah satunya yaitu bukan tidak mungkin Ferdy Sambo akan mengungkap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh sejumlah anggota Polri.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved