Berita Kediri

Gandeng Alfamidi, Pemkot Kediri Fasilitasi UMKM untuk Bisa Jalin Kemitraan dengan Toko Modern

Sebanyak 80 UMKM pilihan mengikuti kegiatan Fasilitasi Kemitraan Produk UMKM Asli dari Kota Kediri (Pusaka) dengan Toko Modern

Penulis: Didik Mashudi | Editor: irwan sy
didik mashudi/surya.co.id
Pelaku UMKM Kota Kediri mengikuti fasilitasi kemitraan dengan Toko Modern di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Selasa (20/9/2022). 

Berita Kediri

SURYA.co.id | KEDIRI - Sebanyak 80 UMKM pilihan mengikuti kegiatan Fasilitasi Kemitraan Produk UMKM Asli dari Kota Kediri (Pusaka) dengan Toko Modern di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Selasa (20/9/2022).

Kegiatan yang mengusung tema Strategi Produk UMKM Masuk Toko Modern bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang strategi memasukkan dan memasarkan produk ke dalam toko modern.

Dalam kegiatan ini Pemkot Kediri menggandeng PT Midi Utama Indonesia (Alfamidi) untuk bagikan ilmu kepada pelaku UMKM.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri, Edi Darmasto, menyampaikan perkembangan ekonomi global tumbuh dengan pesat, sehingga pangsa dunia saat ini terbuka lebar ditandai dengan munculnya berbagai start up.

“Industri di era sekarang ini sudah memanfaatkan teknologi yang semakin luas, sehingga mendorong pemerintah untuk tidak ketinggalan zaman dengan melalui pembuatan kebijakan,” jelasnya.

Sementara untuk memperkuat perekonomian daerah dilakukan melalui pengembangan ekonomi kreatif.

Walikota Kediri telah mengesahkan Peraturan Walikota Nomor 28 tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Kemitraan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern dengan Usaha Kecil. 

“Kita perlu meningkatkan peluang UMKM untuk bisa naik kelas sehingga diharapkan kualitas produk UMKM akan semakin lebih baik,” ungkapnya.

Pemkot Kediri bersama dinas teknis yakni DPM-PTSP, Dinas Koperasi dan UMTK, Disperdagin serta Dinas Kesehatan telah malakukan launching Kemitraan UMKM modern di Kota Kediri pada 7 Mei 2021.

Edi mengaku masih menemukan kendala pada UMKM yang mengakibatkan masih terdapat UMKM Kota Kediri yang belum bisa bermitra dengan toko modern.

“Diperlukan pendampingan pelaku UMKM tentang bagaimana strategi menjajaki ritel modern. Saya berterima kasih kepada manajemen Alfamidi atas kesediaannya membagikan ilmu dan pengalaman kepada pelaku UMKM di Kota Kediri,” jelasnya.

Pada kegiatan ini pelaku UMKM diberikan pengetahuan dan wawasan terkait proses memperluas pemasaran produk olahannya.

Salah satunya agar produk olahan UMKM bisa menembus pasar modern.

Pada temu bisnis ini, pelaku UMKM juga diberikan pengetahuan standart yang harus dipenuhi agar bisa menjangkau ritel modern.

Seperti pada kemasan dan aturan lainya, antara lain, Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) dan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Melalui kemitraan diharapkan terjalin hubungan antara UMKM dengan toko modern yang baik, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan dan menciptakan pemerataan pertumbuhan ekonomi di Kota Kediri.

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan wawasan baru bagi pelaku UMKM di Kota Kediri dengan mengenal strategi memasukkan produk di toko modern,” harapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved