Berita KPop

Fans Minta RM BTS Jadi Presiden Korea, Buntut Donasi 100 Juta Won di Korean Cultural Heritage

RM BTS mendadak diminta penggemar untuk mencalonkan diri sebagai presiden Korea Selatan periode mendatang.

Instagram/rkive
RM BTS mendadak diminta penggemar untuk mencalonkan diri sebagai presiden Korea Selatan periode mendatang. 

SURYA.CO.ID - RM BTS mendadak diminta penggemar untuk mencalonkan diri sebagai presiden Korea Selatan periode mendatang.

Bukan tanpa alasan, penggemar meminta hal tersebut setelah mengetahui RM BTS memberikan donasi sebesar 100 juta Won untuk Overseas Korean Cultural Heritage Foundation (OKCHF).

Untuk diketahui, OKCHF merupakan yayasan khusus yang melakukan survey dan research untuk budaya Korea di luar negeri.

Baca juga: RM BTS Beri Donasi 100 Juta Won untuk Yayasan Kesenian, Lindungi Aset Budaya Korea Selatan

Pada September 2021 lalu, RM BTS diketahui memberikan donasi sebesar 100 juta Won atau sekitar Rp 1 Miliar.

Menurut Cultural Heritage Administration (CHA) Korea Selatan, gaun pengantin kerajaan dari era dinasti Joseon yang diadakan oleh Museum Seni Los Angeles akan dikembalikan ke negara itu untuk direstorasi bulan ini.

Jubah sutra merah bersejarah bernama "Hwarot", diyakini sebagai salah satu dari 40 pakaian pernikahan yang dikenakan oleh putri Korea dan salah satu dari 10 pakaian yang dimiliki oleh organisasi di luar Korea.

Pada tahun 1939, karya ini disumbangkan ke LACMA oleh kolektor tekstil Timur Bella Mabury. Sulaman pada pakaian tersebut membawa banyak simbol budaya seperti peony dan kupu-kupu untuk menandakan umur panjang dan keberuntungan, bersama dengan frasa seperti, “Keberuntungan itu seperti sungai dan laut.”

Segera setelah kesepakatan seputar kedatangan Hwarot di Korea selesai, spesialis CHA akan melakukan inspeksi penuh untuk memahami kondisinya saat, dan kemudian proses restorasi dimulai menggunakan metode tradisional.

Diperkirakan akan memakan waktu sekitar 5 bulan untuk menyelesaikan prosesnya. Setelah itu, Hwarot akan ditampilkan di Museum Istana Nasional Korea Selatan tahun depan dan di LACMA pada 2024.

Seorang juru bicara CHA menyatakan,  “Untuk Korea Selatan dan AS, sebagai negara asal dan negara pemilik, masing-masing, merawat dan melestarikan warisan budaya kita bersama adalah inti dari proyek ini. Proyek ini juga akan membantu meningkatkan kesadaran akan warisan budaya ini baik di dalam maupun di luar negeri.”

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved