Berita Magetan

Agar Terjangkau Warga Desa, Bupati Magetan Minta Pertashop Diisi BBM Subsidi

Ditambahkan Noorman, karena yang dijual BBM non subsidi di lingkungan warga penerima subsidi, maka Pertashop tidak laku

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Deddy Humana
surya/doni prasetyo
Meski pembelian BBM subsidi dibatasi, namun keberadaan pertalite dan pertamax di SPBU di wilayah Magetan Kota sering kosong. 

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Kios pengisian BBM berskala kecil yaitu Pertashop yang membawa semangat menjangkau pelosok negeri, ternyata ikut terdampak kenaikan harga BBM. Bahkan Bupati Magetan, Suprawoto sampai berkonsultasi dengan pihak Pertamina Madiun guna Pertashop diisi hanya dengan BBM bersubsidi agar terjangkau masyarakat kecil.

Itu karena ada indikasi bahwa Pertashop malah diisi BBM non subsidi sehingga akan memberkan masyarakat kecil termasuk warga desa.

Bupati Suprawoto mengakui, saat bertemu Pertamina Madiun, ia sempat menyinggung produk yang dijual Pertashop di wilayahnya itu. Tetapi jawaban Pertamina belum bisa seperti yang diharapkan warga pemilik hak penerima subsidi ini.

"Sudah saya sampaikan yang menjadi harapan warga, agar Pertashop bisa diisi BBM subsidi (solar dan pertalite). Tetapi pihak Pertamina Madiun mengatakan, kalau kewenangan itu di Pertamina pusat," kata Bupati Suprawoto kepada SURYA, Selasa (20/9).

Kondisi ini pun disoroti Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Patriot, karena banyak Pertashop yang menjual BBM non subsidi di wilayah warga ekonomi bawah. Akibatnya BBM yang dijual Pertashop tidak terbeli.

Sementara SPBU di rest area Jalan Tol digelontor BBM subsidi (pertalite dan solar), Padahal kendaraan yang lalu lalang seluruhnya mobil komersil dan mewah.

"Moto Pertashop yang disematkan Pertamina tidak tepat. Mestinya yang dijual Pertashop adalah produk BBM subsidi, karena berada di pelosok dan di lingkungan warga strata ekonomi bawah," kata direkturLPKSM, Noorman Susanto.

Ditambahkan Noorman, karena yang dijual BBM non subsidi di lingkungan warga penerima subsidi, maka Pertashop tidak laku.

"Pemerintah selalu tidak konsisten. Sudah mempermudah keran perizinan Pertashop dipermudah di setiap desa tetapi yang dijual BBM non subsidi,"ujar Noorman. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved