Berita Mojokerto

10 Hari Hilang, Keluarga Korban dan Perhutani Lakukan Pencarian Mandiri di Bukit Krapyak Mojokerto

Petugas gabungan Perhutani akan mendampingi pihak keluarga korban melakukan pencarian mandiri di kawasan Bukit Krapyak Mojokerto

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: irwan sy
mohammad romadoni/surya.co.id
Pintu masuk kawasan wisata Bukit Krapyak, Desa Padusan, Pacet, Kabupaten Mojokerto. 

Berita Mojokerto

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Petugas gabungan Perhutani akan mendampingi pihak keluarga korban melakukan pencarian mandiri di kawasan Bukit Krapyak, Desa Padusan, Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Hal ini dilakukan pasca Tim Sar gabungan Basarnas menghentikan pencarian Raffi Dimas Baddar (20) mahasiswa asal Pasuruan dan dinyatakan hilang tidak ditemukan di Bukit Krapyak, pada Senin (19/9/2022) kemarin.

Asper Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Pacet dan Pengelolaan Hutan (KPH) Pasuruan, Margono, menjelaskan pihaknya akan melakukan pengawalan menyusul permintaan pihak keluarga untuk melakukan pencarian mandiri.

Nantinya, Petugas Perhutani, Polhut, Tahura, relawan dan masyarakat lokal akan mendampingi saat pencarian mandiri tersebut.

Keluarga korban hingga saat ini masih bertahan di Bukit Krapyak.

"Kalau dari keluarga minta dilanjut dan mereka masih berada di sana (Bukit Krapyak, Red) namun tetap tidak boleh melakukan pencarian sendiri harus ada yang mendampingi," jelasnya saat ditemui di kawasan Trawas, Mojokerto, Selasa (20/9/2022).

Ia mengatakan pihaknya belum dapat memastikan berapa lama pencarian mandiri ini dilakukan lantaran tergantung dari keinginan keluarga korban.

Namun jumlah personel terbatas yakni sekitar 15 orang yang akan mendampingi saat pencarian mandiri.

"Jangka waktunya kita tidak tahu sampai kapan kalau kita tidak membatasi selagi ada keinginan mereka untuk melakukan pencarian mandiri kami tetap akan mensupport," ucap Margono.

Menurut dia, radius pencarian mandiri dilakukan tidak jauh dari Camping Ground dan di sekitar kawasan Bukit Krapyak.

"Posko pencarian mandiri dipusatkan di pintu masuk Krapyak karena jumlah personel terbatas maka kami tekankan agar pihak keluarga tidak melakukan pencarian tanpa pendampingan kami," ujarnya.

Margono mengatakan Tim Sar sudah berupaya maksimal untuk menemukan keberadaan korban dengan berbagai cara bahkan melibatkan anak Indigo hingga menerjunkan anjing pelacak dari K9 Polda Jatim untuk membantu pencarian.

Ia juga telah menyampaikan ke pihak keluarga terkait 'kearifan lokal' hal-hal yang tidak terjangkau manusia berbau mistis di kawasan Bukit Krapyak.

Namun pencarian selama sembilan hari pencarian di Petilasan Brawijaya, Putuk Puyang, Gua Cina, Pusung Gogor, Pusung Malang hingga lereng Welirang tidak ada tanda-tanda sedikitpun keberadaan Dimas yang hilang misterius di Bukit Krapyak.

"Iya hilang misterius tidak ada tanda-tanda, tidak ditemukan sedikitpun kalau memang sudah tujuh hari seumpama terjadi sesuatu pasti tercium aroma namun K9 saja tidak menemukan," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, pencarian mahasiswa asal Pasuruan, Raffi Dimas Baddar (20) di Bukit Krapyak Desa Padusan, Pacet, Kabupaten Mojokerto resmi dihentikan, Senin (19/9/2022).

Mahasiswa semester 3 fakultas teknik mesin Universitas Wijaya Putra Surabaya tersebut hilang saat berkemah di Bukit Krapyak, pada Minggu (11/9/2022) pukul 10.30 WIB.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved