Berita Nganjuk

Tidak Terima Kadernya Lompat Pagar, Bahkan Anggota DPRD, PDIP Nganjuk Langsung Usulkan Pemecatan

"Dari situ sudah jelas dan clear kalau informasi bahwa ada anggota DPRD dari PDIP yang pindah partai itu, tidak benar," tegas Tatit.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya.co.id/ahmad amru muiz
Ketua DPC PDIP Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjanto. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Potensi kader yang pindah ke partai lain menjelang Pemilu 2024, atau disebut lompat partai, menjadi pembahasan di internal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Nganjuk. PDIP Nganjuk pun sudah menetapkan rambu-rambu yang tegas, yaitu usulan pemecatan untuk kader yang pindah ke partai lain.

Ancaman ini berlaku untuk semua pengurus Partai di semua jenjang ataupun anggota DPRD dari PDIP. Asalkan tudingan loncat partai dengan membantu calon legislatif (caleg) partai lain tersebut, ada bukti kuat dan saksi.

Ketua DPC PDIP Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono mengatakan, pihaknya sempat mengadakan rapat internal membahas wacana lompat partai yang dilakukan pengurus di semua jenjang ataupun anggota DPRD. Di mana diputuskan sanksi yang diberikan yakni langsung diusulkan memutus atau mengeluarkan kader itu dari jajaran PDIP.

"Tentunya kalau yang lompat partai itu anggota DPRD, maka mekanismenya dilakukan pergantian antar waktu (PAW). Tetapi kalau ada pengurus partai dari DPC hingga ranting ya langsung dikeluarkan dari PDIP," kata Tatit, Senin (19/9/2022).

Dijelaskan Tatit, wacana pembelotan itu sempat beredar di kalangan DPRD Nganjuk. Namun setelah dilakukan kroscek dan investigasi, informasi tersebut tidak benar. Karena pihak yang sempat diwacanakan akan melompat itu ketika dikonfirmasi, dijawab tidak ada rencana pindah partai.

"Dari situ sudah jelas dan clear kalau informasi bahwa ada anggota DPRD dari PDIP yang pindah partai itu, tidak benar," tegas Tatit.

Ia menambahkan, sesuai agenda dan instruksi dari DPP PDIP pada bulan September ini akan dibuka pendaftaran calon sementara (DCS) legislatif secara internal baik dari tingkat DPC, DPD, Dan DPP. Dari DCS internal DPC PDIP tersebut bisa diketahui siapa saja caleg yang akan diusung PDIP.

Di mana dari DCS legislatif internal PDIP tesebut bisa menjadi pertimbangan dan kajian terhadap nama-nama yang bakal diusung PDIP dalam pileg mendatang.

Setelah itu, tambah Tatit, bisa diketahui bobot atau potensi dari caleg dari PDIP untuk bisa memenangkan dan menjadi anggota DPRD mendatang. Hal itu terkait target tambahan anggota DPRD dari PDIP sebanyak 5 kursi dari 5 daerah pemilihan di Nganjuk.

"Artinya, perolehan kursi DPRD dari PDIP ditargetkan menjadi 18 kursi dalam Pileg 2024 mendatang," tandasnya. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved