Berita Lamongan

Persiapkan Guru Madin Hadapi Era Revolusi 5.0, Unisla Lamongan Juga Diminta Asah Ekonomi Kreatif

tenaga pendidik madin yang berkompeten serta responsif terhadap perubahan zaman, terlebih dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menyaksikan MoU antara salah universitas di Lamongan dengan STAI Al-Anwar Rembang, Senin (19/9/2022). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Derasnya arus revolusi society 5.0 dengan kecanggihan teknologi informasi yang begitu pesat, Lamongan juga terus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berbasis teknologi untuk menghadapi Indonesia emas 2045.

Universitas Islam Lamongan (Unisla) sebagai salah satu perguruan tinggi di pun tergerak untuk andil dalam menyiapkan peserta didik berdaya saing, khususnya untuk guru madin.

Guna mempersiapkan SDM itu, digelar Studium General dengan tema 'Masa Depan Pendidikan Islam di Era Revolusi Digital Perspektif Manajemen Kelembagaan dan Pendidikan' di gedung pasca sarjana Unisla lantai 3, Senin (19/9/2022).

Melalui kegiatan ini diharapkan Lamongan mempunyai tenaga pendidik madin yang berkompeten serta responsif terhadap perubahan zaman, terlebih dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Ada sebanyak 128 mahasiswa baru, terdiri dari 32 mahasiswa baru program magister manajemen, serta 96 mahasiswa baru magister Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berasal dari Lamongan, Blora, Bojonegoro, Tuban, dan Mojokerto sebagai peserta.

Tidak hanya menerima mahasiswa melalui program reguler, perguruan tinggi ini juga menampung sebanyak 20 mahasiswa penerima beasiswa Pemprov Jatim Timur dari pasca sarjana PAI, dan mahasiswa program khusus (mahasiswa penerima beasiswa yayasan).

Selain itu Pemkab Lamongan juga mengeluarkan Program Pendidikan Berkualitas dan Gratis (Program Perintis) bagi pelajar SD, SMP, SMA, D3, S1 dan S2 khusus Tahfiz 30 juz sejumlah 7.230 beasiswa.

"Ini sebagai bagian upaya Pemkab Lamongan dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)," kata Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi yang hadir dalam Studium General, Senin (19/9/2022).

Kaji Yes lantas mengapresiasi Unisla yang mengambil bagian dari program ini. Sebab pendidikan di pondok pesantren khususnya diniyah, perlu disiapkan di era digital ini agar tidak mengalami ketertinggalan atau menuai permasalahan di kemudian hari.

Terlebih di era society 5.0, terjadi pergeseran alias disrupsi besar-besaran dalam dunia kerja. Secara global, era industrialisasi digital telah menghilangkan 1,5 miliar pekerjaan sepanjang 2015-2025, karena bergantinya tenaga manusia dengan mesin.

Yuhronur yang hadir menjadi keynote speaker, juga mengajak institusi pendidikan memberikan pembelajaran keahlian berbasis ekonomi kreatif. "Dunia telah memasuki era V.U.C.A. (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) atau gejolak, tidak pasti, kerumitan, dan ambiguitas; yang penuh dengan ketidakpastian. Dengan pengembangan ekonomi kreatif, peluang itulah yang saya rasa perlu ditangkap oleh seluruh stakeholder termasuk para mahasiswa," papar Kaji Yes.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan MoU antara Unisla dengan STAI Al-Anwar Rembang yang didampingi oleh Bupati Yuhronur. Dengan MoU ini diharapkan terbentuk sebuah kolaborasi insan pendidikan Lamongan dalam mendukung perkembangan peserta didik di pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved