Berita Surabaya

Pemkot Surabaya Kebut Penyelesaian Proyek Infrastruktur untuk Penanganan Banjir

Pemkot Surabaya kebut penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur kota, utamanya proyek untuk penanggulangan banjir di tengah kota.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: irwan sy
istimewa
Ilustrasi - Wakil Wali Kota Surabaya Armuji bersama Camat Tegalsari saat mendapati sejumlah bangunan permanen di atas saluran air, beberapa waktu lalu. 

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya kebut penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur kota, utamanya proyek untuk penanggulangan banjir di tengah kota.

Hingga tiga bulan menjelang berakhirnya tahun anggaran 2022, capaian proyek fisik infrastruktur kota ini mencapai 49,5 persen.

"Harus kita kebut untuk segera dituntaskan. Utamanya penyelesaian proyek gorong-gorong, saluran air, dan box culvert. Harus dilakukan percepatan agar rampung sebelum musim hujan tiba," ujar Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Senin (19/9/2022).

Proyek fisik infrastruktur ini utamanya di bawah Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM).

Tercatat di dinas ini total capaian penyelesaian keseluruhan proyek fisik baru di angka 49,5 persen, mulai pembangunan jalan dan jembatan hingga drainase dan saluran untuk penanggulangan banjir.

Wawali Cak Ji mendorong agar proyek vital penanggulangan banjir harus dikebut.

Harus diprioritaskan untuk dilakukan percepatan agar rampung sebelum musim hujan tiba.

Diprediksi, November sudah memasuki musim hujan.

Harus diambil langkah cepat, terstruktur dan terukur sesuai dengan program yang telah direncanakan dalam APBD 2022.

"Pertaruhan penanggulangan banjir ada di proyek ini" tandas Cak Ji.

Khusus proyek penanggulangan banjir, capaiannya sudah mencapai progress 55 persen.

Itu meliputi pekerjaan saluran yang terintegrasi di tengah kota.

Sejauh ini, pemasangan box culvert di sekitar Jalan Panglima Sudirman belum sepenuhnya tuntas, misalnya di Jalan Kenari dan Embong Kenongo, termasuk pembuatan crossing di Jalan Kayon. 

Masih ada penanaman box culvert yang belum tuntas sehingga membahayakan pengguna jalan.

Saluran itu harus terkoneksi satu sama lain.

Harapannya, saat hujan deras, debit air tidak meluap.

"Kalau perlu dikerjakan secara maraton pagi hingga malam. Agar saat musim penghujan tiba saluran-saluran bisa berfungsi optimal dan tidak ada genangan," tandasnya.

Cak Ji yang dua periode pernah menjabat ketua DPRD Surabaya ini meminta agar pekerjaan infrastruktur di kampung seperti pavingisasi dan pembangunan U-Ditch agar dapat selesai sesuai target yang telah direncanakan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved