Berita Kota Surabaya

Peminjam KUR di Surabaya Alami Trend Kenaikan, Diperkirakan Tembus 100 Ribu UMKM di Akhir 2022

UMKM Surabaya penerima KUR tahun 2021 lalu mencapai 72.0000 debitur dengan nilai KUR mencapai Rp 2,5 triliun

surya/bobby constantine koloway
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meninjau produksi UMKM dalam pameran UMKM di Surabaya Great Expo, Agustus 2022 lalu. 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Intervensi kepada pelaku UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) di Surabaya dilakukan dengan berbagai upaya. Di antaranya dengan pemberian modal usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Mengutip data Kementerian Keuangan, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengungkap jumlah UMKM penerima KUR di Surabaya. Apabila tahun lalu mencapai 72.000 penerima, maka tahun ini mencapai 62.000 untuk data hingga Agustus 2022.

Cak Eri menegaskan, bahwa Pemkot Surabaya tidak lantas lepas tangan kepada para penerima kredit (debitur). Sebaliknya, pemkot juga akan memantau penggunaan kredit tersebut, termasuk potensi usaha yang dikembangkan.

"Saya akan cek. Dari 72.000 pelaku UMKM yang telah mendapatkan KUR, saat ini pendapatannya dan omzetnya jadi berapa. Kemudian masalahnya di mana,” kata Cak Eri, Senin (19/9/2022).

Karena itulah, dinas terkait akan turun guna memastikan bahwa usaha para debitur telah berjalan sehingga penggunaan KUR tepat sasaran. Untuk akurasi data penerima KUR, pemkot berkolaborasi dengan stakeholder lain, di antaranya kerjasama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaraan (DJPb) Provinsi Jawa Timur.

"Kita akan memanfaatkan data ini. Insya Allah data ini akan sangat membantu kita dan akan membantu warga Kota Surabaya untuk terus bergerak demi mengembangkan ekonomi Surabaya,” papar Cak Eri.

Cak Eri menjelaskan, bantuan permodalan menjadi salah satu intervensi yang dilakukan Pemkot Surabaya untuk mendukung UMKM. Selain itu, ada pula bantuan pelatihan produksi, pemasaran, hingga merangsang munculnya UMKM baru.

"Jumlah anggaran dari APBD kota untuk mendukung UMKM juga meningkat setiap tahunnya. Kami optimistis, UMKM di Surabaya bisa terus naik kelas," tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur akan mendukung upaya Pemkot meningkatkan sektor UMKM. Ini sekaligus sebagai startegi menghadang inflasi.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Jatim, Taukhid mengungkapkan jumlah debitur dari UMKM di Surabaya. Berdasarkan data pihaknya, UMKM Surabaya penerima KUR tahun 2021 lalu mencapai 72.0000 debitur dengan nilai KUR mencapai Rp 2,5 triliun. "Sedangkan tahun ini untuk data hingga Agustus, sudah ada 62.000 debitur penerima KUR," kata Taukhid terpisah.

Halaman
12
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved