Berita Pamekasan

Kota Pamekasan Bak Membara, DPRD Berang Pemangkasan Puluhan Pohon Tak Sisakan Selembar Daun Pun

Kepala DLH Pamekasan, Cahya Wibawa belum memberikan penjelasan terkait program pemangkasan pohon-pohon itu.

Penulis: Muchsin | Editor: Deddy Humana
surya/muchsin
Deretan pohon peneduh di sepanjang Jalan Diponegoro, Kota Pamekasan tampak telah terpangkas, Senin (19/9/2022). 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN – Belakangan ini kawasan Kota Pamekasan bak digunduli sehingga membuat suhu udara yang sudah panas saat musim kemarau, bak kian membara. Itu lantaran puluhan pohon peneduh di sisi beberapa ruas jalan dipangkas habis dan menuai keluhan dari warga yang semakin kepanasan saat beraktivitas di luar ruangan.

Program pemangkasan pohon di pinggir jalan di sejumlah ruas di tengah kota itu, dilakukan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan. Diduga bertujuan untuk memperindah kawasan kota dari pepohonan yang terlalu rimbun dan beresiko ada dahan yang patah.

Tetapi cara memangkas yang bak cukur habis itu, mendapat protes dari DPRD Pamekasan. Dewan menilai pemangkasan itu kurang tepat saat musim kemarau seperti sekarang ini.

“Belakangan ini, kami mendapat banyak keluhan dari warga Pamekasan. Baik dari warga yang melintas di jalan, maupun warga penghuni di pinggir jalan. Karena saat cuaca panas-panasnya seperti ini, pohon yang rindang dan membuat teduh malah dipangkas,” ujar Ketua Komisi III DPRD Pamekasan, Maskur Rasid, Senin (19/9/2022).

Menurut politisi Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPP), yang akrab dipanggil Hamas itu, seharusnya ketika memasuki musim kemarau dengan suhu cukup panas, untuk sementara pemangkasan dihentikan terlebih dahulu, agar tidak membawa efek buruk yang dikeluhkan warga.

Namun kata Hamas, jika terpaksa pohon-pohon dipangkas, hendaknya cara pemangkasannya dipertimbangkan. Karena yang dipangkas bukan hanya sesuai ketinggian pohon, namun jangan sampau semua daun dan ranting juga dipangkas.

Akibatnya hasil dari pemangkasan pohon di lokasi terlihat gersang, lantaran nyaris tidak menyisakan selembar daun. Padahal pemangkasan pohon yang berlebihan dan terlihat gundul mengurangi kadar oksigen atau O2.

Sementara keteduhan dibutuhkan untuk mengurangi suhu panas menyengat. “Kami sarankan pula, sebaiknya kalau ingin memangkas pohon di pinggir jalan, DLH melakukannya pada malam hari. Pemangkasan dilakukan selama ini dikerjakan siang hari dan mengganggu arus lalu lintas dan akitivitas warga,” ujar Hamas.

Hamas berharap, pemangkasan pohon tidak sampai membuat ruang terbuka hijau menjadi kering dan kondisi di tengah kota gersang. Seharusnya, ia melanjutkan, pemangkasannya mempertimbangkan berbagai faktor. Sehingga hal-hal positif yang diinginkan, berdampak kurang bagus.

Kepala DLH Pamekasan, Cahya Wibawa belum memberikan penjelasan terkait program pemangkasan pohon-pohon itu.

Pantauan di lapangan, pohon-pohon yang dipangkas di antaranya berada di sepanjang Jalan Kabupaten, Jalan Jokotole, Jalan Trunojoyo, Jalan R Abd Azis, Jalan Segara, Jalan Diponegoro dan beberapa jalan lainnya. Semua pohon yang dipangkas dari ketinggian tanah 8 meter. Misalnya tinggi pohon 15 meter, dipangkas hanya menjadi 8 meter. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved