Berita Surabaya

Konsisten Tolak Kenaikan Harga BBM, Ribuan Buruh Kembali Gelar Demo di Kantor Gubernur Jatim

Ribuan buruh dari berbagai elemen serikat buruh se-Jatim kembali melakukan demonstrasi di Kantor Gubernur Jatim

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Titis Jati Permata
tribun jatim/luhur pambudi
Massa buruh melintas di Jalan Frontage A Yani, Gayungan, Kota Surabaya, Senin (19/9/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ribuan buruh dari berbagai elemen serikat buruh se-Jatim kembali melakukan demonstrasi di Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan No 110, Kota Surabaya, Senin (19/9/2022).

Tuntutannya masih sama, yakni menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan meminta revisi kembali upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2022 di Jatim.

Massa buruh yang datang nantinya berasal dari berbagai daerah di Jatim.

Mulai dari Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, Kabupaten/Kota Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kab./Kota Pasuruan, Malang Raya, Kabupaten Tuban, Kab./Kota Probolinggo, Kabupaten Jember, Kabupaten Lumajang, hingga dari Kabupaten Banyuwangi.

Rencananya, massa buruh akan berkumpul untuk menunggu kedatangan massa dari daerah lain di titik kumpul utama di Mall CITO/Bundaran Waru.

Kemudian, massa akan bergerak bersama menuju Kantor Gubernur Provinsi Jawa Timur dengan rute melalui Jalan. A. Yani- Jalan Wonokromo-Jalan Raya Darmo-Jalan Urip Sumoharjo-Jalan Basuki Rahmat-Jalan Embong Malang-Jalan Blauran-Jalan Bubutan-Jalan Kebon Rojo-Jalan Pahlawan.

Kabarnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerjaan Indonesia (KSPI) sekaligus Ketua Umum (Ketum) Partai Buruh, Said Iqbal, bakal ikut dalam barisan rombongan buruh yang akan berkumpul lebih dulu di depan Cito Mall atau Bundaran Waru.

"(Rencana kedatangan Said Iqbal), masih tentatif," ujar Wakil Ketua FSPMI Jatim Nurudin Hidayat saat dikonfirmasi, Senin (19/9/2022).

Namun, dalam agenda demonstrasi buruh yang digelar hari ini, bakal ada tujuh poin tuntutan yang bakal terus disuarakan.

Tuntutan tersebut berkisar mengenai tinjauan kritis atas kebijakan kenaikan harga BBM yang dianggap kalangan buruh berpotensi menurunkan daya beli masyarakat, apalagi diperparah dengan tidak adanya kenaikan upah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved