Berita Tulungagung

Warga Nganjuk Curi Kayu Jati dan Sengon di Tulungagung, Terbongkar Karena Penebang Mengaku ke Korban

Wijianto ternyata dengan jujur mengakui bahwa ia disuruh Anas menebang, karena menurut Anas pepohonan itu sudah dibelinya

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
surya/david yohanes
Anas Efendi (55), tersangka pencurian kayu di Desa Kedoyo, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Gara-gara mengklaim sebagai pemilik pohon jati dan sengon milik warga di Tulungagung, Anas Efendi (55) ditangkap oleh anggota Unit Reskrim Polsek Sendang. Warga Dusun Padasan, Desa Baron, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk itu ketahuan setelah dibocorkan oleh seorang pria yang ditugasi menebang sengon dan jati di lahan milik orang lain.

Anas ditahan pada Jumat (16/9/2022), setelah ternyata pohon kayu jati dan sengon tersebut berada di lahan milik Tri Cahyo (52) di Dusun Kayulawang, Desa Kedoyo, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung.

Menurut Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Anshori, tindak pidana pencurian itu terjadi pada 8 Agustus 2022 pagi. "Setelah proses penyelidikan dan penyidikan yang panjang, akhirnya AE (Anas) kami tetapkan sebagai tersangka," terang Anshori, Minggu (18/8/2022).

Dilanjutkan Anshori, sekitar Mei 2022 Anas menemui Tri di warung korban di Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Tulungagung. Saat itu Anas bertanya soal lahan milik Tri di Desa Kedoyo.

Tri pun menceritakan bahwa lahan itu ditanami pohon jati dan sengon, namun bisa dibeli seharga Rp 150 juta. "Saat itu tersangka mengumpulkan data soal korban dan lahan milik korban," sambung Anshori.

Kemudian Tri pergi ke Trenggalek untuk menjenguk orangtuanya yang sakit, dan saat itulah Anas menjalankan aksinya. Ia menyuruh orang untuk menebang pohon-pohon di lahan milik Tri tanpa izin lebih dulu.

Beberapa waktu kemudian Tri diberi tahu seseorang warga lewat telepon, bahwa tanaman jati miliknya ditebang oleh Wijianto, warga Desa Babatan, Kecamatan Karangrejo.

Lantas Tri menelepon Wijianto untuk menanyakan penebangan pepohonan miliknya. Wijianto ternyata dengan jujur mengakui bahwa ia disuruh Anas menebang, karena menurut Anas pepohonan itu sudah dibelinya.

Sepulang dari Trenggalek, Tri melihat semua pohon jati dan sengon di lahan miliknya sudah ludes. "Korban sempat mencari tersangka, namun gagal. Korban memilih melaporkan kejadian ini ke Polsek Sendang," tutur Anshori.

Tri baru melaporkan dugaan pembalakan yang dilakukan Anas, Minggu (4/9/2022) pagi. Setelah mengumpulkan keterangan para saksi, penyidik memanggil Anas lewat surat untuk dimintai keterangan.

Dan ternyata Anas bersikap kooperatif dengan mendatangi panggilan kepolisian itu pada Kamis (15/9/2022). Keesokan harinya, Jumat (16/9/2022), penyidik menaikkan status Anas menjadi tersangka dan menahannya di Polsek Sendang. "AE kami jerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian, dan atau pasal 378 KUHP tentang penipuan," ujar Anshori.

Jika terbukti bersalah, Anas akan diancam dengan pidana pencara paling lama 5 tahun. Dalam kejadian ini korban mengalami kerugian sekitar Rp 75 juta. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved