Berita Blitar

SEDIH! Ayah di Blitar Ingin Bahagiakan Anak Sepulang Jadi TKI, Malah Ambruk Bersamaan di Jalan Raya

motor korban terpental dan malah ambruk ke arah kanan atau tengah jalan. Korban dan anaknya pun ikut terguling ke kanan.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
Petugas Satlalin Polres Blitar melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan yang menyebabkan bapak dan anak tewas, Sabtu (17/9/2022) malam. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Kisah di balik kejadian kecelakaan yang menimpa Didik (41) dan anaknya, Ak (8) di jalan raya Lingkungan Tejo, Kelurahan Babadan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Sabtu (17/9/2022), begitu mengiris hati. Ayah anak itu sama-sama terenggut di jalan raya, padahal belum lama bertemu setelah Didik pulang setelah mengadu nasib sebagai TKI di Malaysia.

Didik yang baru kembali dari perantauan, ingin menyenangkan anak semata sewayangnya itu dengan menaiki sepeda motor menuju Ruang Tata Hijau (RTH) Kecamatan Wlingi. Tetapi takdir berkata lain, Didik mengalami kecelakaan dan meninggal bersama si anak.

Polisi dan warga segera menolong namun keduanya meninggal saat perjalanan menuju RSUD Ngudi Waluya, Wlingi. "Kedua adalah warga Desa Sanan, Kecamatan Gandusari. Mereka meninggal dalam perjalanan ke RSUD Ngudi Waluya," kata AKP Kadek Aditya Yasaputra, Kasatlantas Polres Blitar, Minggu (18/9/2022).

Dari informasi yang didapatkan polisi, jalan raya Lingkungan Tejo, Kelurahan Babadan, merupakan jalur ramai karena menjadi akses Malang-Blitar yang lewat Kecamatan Ngantang atau jalur ke arah Kota Batu.

Meski sudah malam, arus lalin di jalan tidak pernah sepi karena banyak mobil yang berangkat kulakan sayur-sayuran ke Kota Batu.

Malam itu korban hendak mengajak anaknya jalan-jalan karena sudah lama tak bertemu. Sebab, korban baru pulang dari Malaysia dan kangen dengan anaknya. Bahkan kabarnya ia tak akan balik lagi ke Malaysia karena ingin membesarkan anaknya.

Didik merasa kasihan dengan anaknya karena selama ditinggal menjadi TKI itu, anaknya dirawat oleh neneknya. Itu karena korban sudah berpisah dengan istrinya. "Mungkin mumpung lagi pulang, ia ingin menyenangkan sang anak. Dan ia mengajak anaknya berjalan-jalan ke Kecamatan Wlingi malam itu," kata kasatlantas.

Dengan mengendarai motor Jupiter Mx nopol AG 3433 KBO, Didik membonceng si anak menuju Kecamatan Wlingi yang setiap malam menjadi jujukan orang yang mencari kuliner. Sebab di RTH Wlingi itu disediakan tempat khusus untuk PKL yang berjualan aneka makanan dan jajanan sehingga tak pernah sepi.

Bahkan di dalam RTH itu juga dilengkapi berbagai wahana permainan anak-anak sehingga tak pernah sepi orang jalan-jalan di tempat itu. Informasinya, korban mau mengajak anaknya jalan-jalan ke tempat itu, sekalian diajak makan-makan. "Namun di tengah jalan, atau dalam perjalanan ke Kecamatan Wlingi, mereka mengalami kecelakaan," ujarnya.

Saat itu korban sudah meninggalkan desanya sejauh 9 KM karena hampir sampai tujuannya atau kurang 700 meter. Namun entah karena gelap atau kurang konsentrasi, korban yang melaju dari arah Utara mendadak menabrak bagian belakang truk molen (truk mixer) yang sedang diparkir.

Truk molen nopol AG 8178 KL itu sedang diparkir di tepi jalan sisi Timur dan saat itu sedang ditinggal oleh sopirnya untuk beristirahat. "Itu yang masih kami selidiki penyebabnya, kok bisa sampai motor yang dikendarai korban menabraknya," kata Kadek.

Begitu menabrak truk molen, motor korban terpental dan malah ambruk ke arah kanan atau tengah jalan. Korban dan anaknya pun ikut terguling ke kanan.

Yang menyedihkan, di saat bersamaan dari arah depannya muncul mobil pikap nopol AG 9839 KA yang melaju dari arah Selatan atau Kecamatan Wlingi. Karena kejadian itu cukup cepat, sopir pikap tidak menyangka tiba-tiba ada orang tersungkur di depannya.

Akibatnya, sopir pikap, Basori (50), warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek itu, hanya bisa kaget dan tidak sempat menggerem. Tanpa bisa dihindari, korban dan anaknya juga tertabrak pikap tersebut. "Akhirnya warga dan petugas menolongnya. Kedua korban dengan cepat dilarikan ke rumah sakit namun di tengah perjalanan mereka meninggal dunia," ujarnya. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved