Berita Kota Surabaya

Pemakai Angkot dan Bus di Surabaya Siap-Siap! Ikuti Kenaikan Harga BBM, Berikut Usulan Tarif Baru

Aturan ini akan menjadi dasar bagi penyesuaian tarif angkutan umum sebagai imbas kenaikan BBM di Kota Surabaya.

surya/habibur rohman
Salah satu angkutan kota di Surabaya sedang menaikkan penumpang di kawasan Wonokromo. 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Naiknya harga BBM secara beruntun mendorong terjadinya penyesuaian harga di semua sektor. Selain harga-harga kebutuhan, tarif angkutan umum pun diperkirakan ikut naik setelah Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya tengah merampungkan rancangan Peraturan Wali Kota tentang tarif angkutan dalam kota.

Aturan ini akan menjadi dasar bagi penyesuaian tarif angkutan umum sebagai imbas kenaikan BBM di Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk mendengar seluruh masukan dari para sopir angkutan. "Kami minta Dishub untuk ngomong dengan sopir. Nggak bisa sendiri, tetapi harus barengan," ujar Cak Eri, Minggu (18/9/2022).

"Dari usulan ini, dilakukan kajian. Sehingga, kenaikan ini benar-benar bisa mendengarkan seluruh masukan," tambahnya.

Saat ini, Dishub telah menerima usulan dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) Surabaya. Selanjutnya, Dishub lantas merumuskan persentase kenaikan dengan menimbang usulan Organda dan aturan lainnya.

Nantinya, persentase kenaikan secara final akan tertuang dalam perubahan Perwali 76/2014. Aturan ini berisi tentang Penetapan Tarif Penumpang Kelas Ekonomi Untuk Angkutan Orang Dalam Trayek dan Pemberian Persetujuan Tarif Penumpang Untuk Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek.

"Kami ajukan legalitasnya. Mungkin pekan depan atau akhir bulan, revisi Peraturan Walikota Surabaya nomor 76 Tahun 2014 soal tarif itu sudah selesai," kata Kepala Bidang Angkutan Dishub Surabaya, Sunoto, Minggu (18/9/2022).

Sejauh ini, ada sejumlah usulan kenaikan yang diterima pihaknya. Di antaranya tarif angkot dari yang sebelumnya Rp 4.000 menjadi Rp 6.500 sampai dengan jarak 15 KM.

Sekalipun kenaikan tersebut mencapai 60 persen dibandingkan harga sebelumnya, namun usulan ini dinilai masih wajar. Mengingat kenaikan ini dilakukan untuk kali pertama setelah berjalan 8 tahun.

"Karena kenaikan BBM, mereka mengajukan kenaikan sekitar Rp 2.500. Ini kenaikan pertama sejak 2014," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved