Berita Kota Surabaya

Dahsyatnya Perobekan Bendera 1945; Cermin Keteladanan Arek Suroboyo Berkorban, Bukan Berebut Jabatan

"Ketika ditanya, siapa yang merobek bendera? Jawabannya satu, jangan sebut nama saya. Inilah arek-arek Suroboyo"

Dahsyatnya Perobekan Bendera 1945; Cermin Keteladanan Arek Suroboyo Berkorban, Bukan Berebut Jabatan - Simulasi-perobekan-bendara-di-Surabaya1.jpg
surya/bobby constantine Koloway
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama masyarakat mengikuti drama musik sejarah perobekan bendera di Hotel Yamato Surabaya, Minggu (18/9/2022).
Dahsyatnya Perobekan Bendera 1945; Cermin Keteladanan Arek Suroboyo Berkorban, Bukan Berebut Jabatan - Simulasi-perobekan-bendera-di-Surabaya-2.jpg
surya/bobby constantine Koloway
Pemkot Surabaya berkolaborasi dengan komunitas Surabaya Juang menggelar Drama Musik Sejarah bertajuk Berkibarlah Benderaku, Minggu pagi (18/9/2022).

Setelah absen dua tahun karena pandemi, semangat Arek Arek Surabaya memperingati peristiwa bersejarah tersebut tidak pernah padam. "Ini mengingatkan Surabaya punya jiwa Pahlawan yang luar biasa," kata Cak Eri.

Menurutnya, banyak pelajaran yang bisa dipetik dari peristiwa tersebut. Selain kecintaan terhadap NKRI, arek Suroboyo juga tidak kenal pamrih dan rela berkorban. "Mereka (para pejuang) mengatakan tidak butuh penghargaan. Tidak butuh pengakuan. Tidak butuh mengatakan saya paling hebat, yang paling berjasa," tegasnya.

"Ketika ditanya, siapa yang merobek bendera? Jawabannya satu, jangan sebut nama saya. Inilah arek-arek Suroboyo. Ini menjadi pembelajaran bahwa Surabaya tidak ada yang paling merasa berjasa," kata pria kelahiran Surabaya ini.

Semangat rela berkorban para pejuang Surabaya itu seharusnya menjadi tauladan masyarakat saat ini. "Lha kok awak e dewe dadi penerus bangsa malah onok sing rebutan jabatan (lha kok kita yang jadi penerus bangsa malah ada yang berebut jabatan), rebutan terkenal. Semoga ini menjadi tauladan kita semua untuk terus meneladani semangat Pahlawan," katanya.

Acara ini sekaligus menjadi rangkaian peringatan Hari Pahlawan, 10 November mendatang. Rencananya, akan ada peringatan Resolusi Jihad dan Hari Sumpah Pemuda di Oktober mendatang.

Di tahun berikutnya, agenda juga akan disusun secara terjadwal. "Kami akan susun agenda terjadwal. Baik untuk peringatan Hari Jadi Kota Surabaya maupun Hari Pahlawan," paparnya/

Ke depannya, peringatan perobekan bendera ini juga akan menjadi salah satu bentuk promosi wisata. "Sehingga, masyarakat jadi tahu bahwa Surabaya bukan pusat perbelanjaan saja, namun juga ada wisata heritage, wisata perjuangan, dan berbagai bentuk sejarah yang sangat menarik," tandasnya. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved