Berita Magetan

Bupati Suprawoto Beri Atensi Kasus Dugaan Pungli di SMAN 1 Maospati Magetan

Bupati Magetan, Suprawoto, perintahkan aparatnya melakukan klarifikasi  kasus dugaan pungutan ilegal (pungli) di SMAN 1 Maospati (semanti).

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: irwan sy
doni prasetyo/surya.co.id
SMAN 1 Maospati Magetan. 

Berita Magetan

SURYA.co.id | MAGETAN - Bupati Magetan, Suprawoto, perintahkan aparatnya melakukan klarifikasi  kasus dugaan pungutan ilegal (pungli) di SMAN 1 Maospati (semanti).

"Saya didatangi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol Linmas) Kabupaten Magetan,  Drs. Chanif Tri Wahyudi,  diperintah Bupati ihwal pungutan di SMAN 1 Maospati (semanti) oleh Komite yang mencapai nilai hampir satu miliar,"kata direktur LSM Kresna Atma Emanuel, kepada Surya,  Jumat (16/9/2022).

Menurut Atma, pertemuannya dengan Kepala Bekesbangpol Linmas mengungkap banyak hal terkait siapa Hari Amanto Kepala SMAN 1 Maospati Magetan dan pengadaan lahan yang dalihnya untuk parkir sekolah senilai Rp 1, 1 miliar itu.

"Jelas melakukan pungutan dilarang lihat Permendikbud nomor 75 tahun 2016, pasal 12 huruf (b). Makanya, syarat menjadi pengurus Komite, selain orangtua siswa,  tokoh masyarakat peduli pendidikan. Semanti, orangtua siswa yang perwira TNI AU dan punya SDM cukup kan banyak, masak menunjuk sekenanya pengurus Komite,"ujar Atma.

Dikatakan Atma, sesuai keterangan Kepala Bakesbangpol Linmas Magetan, Hari Amanto Kepala Semanti, saat menjabat Kepala SMAN 2 Magetan tersandung kasus yang kini masih proses di Kejaksaan Tinggi Surabaya.

"Pertimbangan Kanwil Dikbud Provinsi Jatim itu apa, kok pejabat bermasalah masih diminta tanggung jawab memangku sekolah sebesar SMAN 1 Maospati, Kabupaten Magetan, pejabat lebih baik apa tidak ada,"kata Atma.

"Pengadaan tanah untuk lahan parkir itu di pastikan fiktif, meski Ketua Komite di depan orangtua siswa, tanah itu sudah deal, harga tidak ada UP  (meninggikan) Harga Rp 1, 1 miliar, asli dari perantara. Tap,  fakta sesungguhnya, tanah itu sengketa. Terus harga tangan sebesar Rp 1, 1 miliar itu, dari siapa ?,"kata Atma Emanuel.

Diungkap Atma, ada  upaya suap ke Kepala Desa Winong Gulun Sudiyanto, agar tandatangan kesepahaman.

"Kades ditawari suap, tapi ditolak, Lagian, sesuai surat Menteri Pertanian, itu lahan basah. Sulit proses pengeringannya. Itu kebohongan publik,"kata Atma Emanuel.

Ketua Komite SMAN 1 Maospati Magetan, Robert Junaidi, di depan orangtua siswa dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Kepala SMAN 1 Maospati, mengaku sudah deal.

"Pada, Kamis (8/9/2022), hari itu sudah ada kesepahaman antara Komite perwakilan orangtua murid dan orangtua siswa langsung di forum itu,"kata Robert Junaidi, sepertinya sekenanya.

Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk Wilayah Ponorogo dan Magetan Ny, Lena Mpd, hasil pertemuan, sudah ditemukan kesepahaman.

"Dari hasil pertemuan, permasalahan ada yang tidak mampu dan mampu semua sudah di fasilitasi, klir,"kata Ny Lena

Sementara, Kepala SMAN 1 Maospati Magetan, Hari Amanto, semua itu kewenangan Komite.

"Saya tidak berwenang, itu wewenang Komite,"pungkas Hari Amanto, seraya menundukkan kepala sepanjang pertemuan dengan Komite dan Kacabdindik Provinsi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved