Berita Surabaya

Bank Mandiri Bagikan 25.000 Sepatu Sekolah Gratis Hingga Pelosok Negeri, Jatim Kebagian 1.842 Pasang

Bank Mandiri kembali melakukan kampanye Urban Livin' Society untuk mendorong kesejahteraan sosial di Tanah Air.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
Bank Mandiri
Salah satu siswa penerima program Sepatu Harapan Bangsa Bank Mandiri yang secara nasional membagikan 25.000 pasang sepatu. 

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA - Bank Mandiri kembali melakukan kampanye Urban Livin' Society untuk mendorong kesejahteraan sosial di Tanah Air.

Melalui program CSR/TJSL bertajuk 'Sepatu Harapan Bangsa', Bank Mandiri membagikan total 25.000 pasang sepatu buatan lokal kepada anak-anak SD-SMP di seluruh wilayah Indonesia.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Rudi As Aturridha menjelaskan, pembagian sepatu ini difokuskan untuk anak-anak di pelosok Indonesia, khususnya anak anak sekolah dari keluarga yang kurang sejahtera.

Program yang menjadi bagian dari Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Bank Mandiri ini diharapkan dapat memantik semangat belajar anak-anak Indonesia, serta bersama-sama berkontribusi dalam kemajuan pendidikan.

“Program Sepatu Harapan Bangsa merupakan bagian dari kampanye Urban Livin' Society yang kami gaungkan untuk membantu menyejahterakan masyarakat melalui berbagai inisiatif. Tentunya program program lainnya akan terus kami gerakkan agar seluruh elemen masyarakat dapat tersentuh oleh kehadiran kami melalui kegiatan TJSL/CSR dari kami,” kata Rudi, Jumat (16/9/2022).

Dari jumlah itu, wilayah Jawa Timur (Jatim) mendapat jatah sebanyak 1.842 pasang.

Lebih lanjut Rudi mengatakan, pembagian Sepatu Harapan Bangsa ini juga melibatkan 12 kantor region Bank Mandiri, dengan fokus pembagian diberikan kepada sekolah non favorit baik di wlayah urban maupun wilayah terpencil.

Sejak diluncurkan pertama kali di bulan Juni 2022, Bank Mandiri telah menyerahkan 25.000 pasang sepatu ke lebih dari 132 titik di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut Rudi menjelaskan, dalam penyaluran Sepatu Harapan Bangsa pihaknya tidak hanya fokus pada kota-kota besar di pemukiman padat atau area masyarakat urban melainkan wilayah dan desa terpencil di pelosok negeri.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved