Berita Pamekasan

Massa Rebut dan Bakar Truk Tembakau asal Bojonegoro, Truk Lainnya Dilarikan ke Polres Pamekasan

Sedang truk lainnya S 9389 UF, separuh muatan tembakaunya diturunkan, lalu dibakar di Jalan Raya Peltong, Kecamatan Galis, Pamekasan.

Penulis: Muchsin | Editor: Deddy Humana
surya/muchsin
Truk bermuatan tembakau 3 ton tergeletak dalam kondisi hangus akibat dibakar massa di lapangan Desa Bulay, Kecamatan Galis, Pamekasan, Kamis (15/9/2022). 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN – Larangan tembakau masuk Pamekasan sebagai upaya melindungi produk tembakau lokal, diduga memicu aksi anarkhis masyarakat. Ini dialami sebuah truk Colt Diesel S 8413 D bermuatan 3 ton tembakau kering rajangan dari Bojonegoro, yang mendadak dikejar lalu dibakar massa saat melintas di Pamekasan, Kamis (15/9/2022).

Bahkan kejadian itu diawali aksi dramatis karena mendadak truk yang disopiri Busro (45), warga Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro itu dikejar massa yang menaiki beberapa mobil pikap. Massa kemudian nekat naik ke bak truk Busro dan merampas truk, setelah itu membawanya ke lapangan Desa Bulay, Kecamatan Galis, untuk dibakar.

Kanitresintel Polsek Galis, Ipda Herman J yang dimintai konfirmasinya membenarkan ada truk yang dibakar, namun ia tidak bisa memberikan keterangan rinci. "Karena kami tidak punya wewenang dan kasus ini ditangani Polres Pamekasan. Sebaiknya, Anda tanya saja ke polres, kami dalam kasus ini hanya membantu,” kata Herman.

Mengenai siapa yang membakar dan apa alasannya, aparat Polres Pamekasan yang menangani kasus ini masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi di lapangan, serta sopir truk.

Sedang truk lainnya S 9389 UF, separuh muatan tembakaunya diturunkan, lalu dibakar di Jalan Raya Peltong, Kecamatan Galis, Pamekasan. Namun truknya selamat dan diamankan di Polres Pamekasan, Kamis (15/9/2022), sekitar pukul 04.15.

Dari informasi yang didapatkan SURYA, awalnya ada dua truk dari Bojonegoro yang dalam perjalanan menuju Sumenep. Selain truk yang disopiri Busro, juga ada truk S 9389 UF bermuatan 3 ton tembakau kering yang dikemudikan Supriyanto (40), warga Desa/Kecamatan Baureno, Bojonegoro

Dua truk itu melaju beriringan namun dengan jarak berjauhan. Mereka awalnya berangkat malam hari dari Bojonegoro dengan tujuan Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.

Tetapi ketika kedua truk itu sudah melewati Pamekasan Kota dan memasuki Jalan Raya Tambung, Kecamatan Pademawu, tiba-tiba sebuah mobil Innova memotong laju truk pertama yang dikemudikan Supriyanto. Setelah itu di belakangnya menyusul belasan mobil pikap berisi ratusan orang tak dikenal, dan meminta truk itu berhenti untuk diperiksa muatannya.

Dalam situasi panas itu, Supriyanto terus melanjutkan perjalanannya. Namun sampai di depan kantor PT Gudang Garam di Jalan Raya Trasak, Kecamatan Larangan, truk kembali diberhentikan. Sejumlah warga bahkan naik ke atas truk kemudian menurunkan muatan tembakau hingga separo.

Lalu truk itu diarahkan warga agar kembali pulang, namun Suprianto malah melarikannya menuju Polres Pamekasan untuk minta perlindungan. Sementara tembakau yang diturunkan di tepi jalan, sudah dibakar massa.

Tetapi nasib Busro, tidak seberuntung Supriyanto. Setelah truknya dihadang, tiga orang naik ke atas truk meminta Busro turun. “Kamu turun dan naik mobil pikap di belakang, biar saya yang mengemudikan truk ini. Mau dibawa ke mana, tinggal kamu ikut dari belakang,” kata Busro menirukan perkataan warga yang membajak truknya.

Ketika dipaksa naik ke mobil pikap lalu mengikuti laju truk yang dikemudikan orang lain, Busro meminta truknya tidak diapa-apakan. “Sudahlah, bapak tenang saja. Truk bapak aman, kami hanya akan menurunkan tembakaunya. Setelah itu silakan bapak kembali ke Jawa,” ujar salah seorang penumpang pikap.

Kemudian truknya dibawa hingga ke lapangan Desa Bulay. Mereka kemudian menurunkan tembakaunya. Tetapi baru seperempat dari muatan tembakaunya diturunkan, beberapa orang berteriak agar truknya dibakar. Busro yang berada tidak jauh dari truknya ketakutan bercampur panik.

Di hadapan warga, Busro langsung duduk bersimpuh di tanah, memohon kepada warga agar truknya tidak dibakar. “Silakan semua tembakaunya diturunkan. Tetapi tolong, truknya jangan dibakar. Kasihani saya. Truk itu milik orang, saya hanya menyewa,” ujar Busro, berulang-ulang.

Halaman
12
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved