Berita Surabaya

Jadi Provinsi Pendaftar Haji Terbesar, BPKH Kenalkan dan Edukasi Pengelolaan Dana Haji di Surabaya

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) hadir di Surabaya untuk menggelar edukasi dan sosialisasi tentang pengelolaan dana haji

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
sri handi lestari/surya.co.id
Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Kesekretariatan Badan dan Kemaslahatan BPKH, Rahmat Hidayat, saat melakukan edukasi dan sosialisasi pengelolaan dana haji di Surabaya, Kamis (15/9/2022). 

Rahmat kemudian menjelaskan berdirinya BPKH mengemban beberapa tujuan.

Pertama, meningkatkan kualitas pelayanan haji, yang dibuktikan dengan meningkatnya Indeks Kepuasan Haji dalam beberapa tahun terakhir.

“Tetapi peningkatan kualitas pelayanan itu pasti ada kaitannya dengan biaya,” ujar Rahmat.

Hal inilah yang menjadi tujuan kedua didirikannya BPKH.

Tujuan kedua tersebut yaitu meningkatkan efisiensi dan rasionalitas Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).

Terkait Bipih, Rahmat menerangkan, biaya yang disetor calon jemaah haji dalam enam tahun terakhir berada di kisaran Rp35 juta per orang.

Biaya tersebut belum mengalami perubahan hingga saat ini.

Di sisi lain, kebutuhan akan pelayanan ibadah haji terus mengalami peningkatan.

Dia menyebut biaya riil penyelenggaraan ibadah haji dalam kondisi normal mencapai Rp 70 juta per orang.

“Jadi selisihnya itu cukup besar, 50 persen,” paparnya.

Sementara khusus untuk 2022, Bipih naik signifikan menjadi Rp 98 juta per orang.

Ini disebabkan adanya kenaikan biaya masyair yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi sebesar Rp 1,5 triliun.

Angka tersebut dibagi sesuai kuota. Sehingga, didapat angka total Rp 98 juta per kepala.

Sementara kontribusi jemaah haji tidak bertambah dan tetap di angka Rp 35 juta per kepala.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved