Berita Surabaya

Anas Karno : Destinasi Kya-Kya Harus Merata Libatkan UMKM di Kota Surabaya

Selain Tunjungan Romansa, destinasi baru yang bakal mempercepat pergerakan ekonomi warga adalah Kya-Kya Kembang Jepun.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/habibur rohman
Wisata Pecinan Kembang Jepun Surabaya, kembali dibuka Sabtu (10/9/2022). Kya-Kya Reborn kini juga menampilkan suasana baru dan wisata kuliner. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Selain Tunjungan Romansa, destinasi baru yang bakal mempercepat pergerakan ekonomi warga adalah Kya-Kya Kembang Jepun.

Spot ini dihidupkan lagi sebagai destinasi. Saat pembukaan, ribuan warga membanjiri spot ini.

Kya-Kya Kembang Jepun resmi dibuka mulai Sabtu (10/9/2022) malam oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Tak hanya aneka hiburan dengan nuansa etnis Tionghoa, warga sangat menikmati aneka jajanan.

Kya-Kya Kembang Jepun adalah kawasan Pecinan di Surabaya yang dijadikan tempat wisata, khususnya kuliner. Akan banyak pelaku UMKM yang berdagang di kawasan tersebut.

"Tapi harus melibatkan UMKM warga Surabaya secara merata," tandas Wakil Ketua Komisi B Anas Karno, Kamis (15/9/2022).

Dia mendukung dan mengapresiasi hidupnya kembali Kya-Kya Kembang Jepun. Lokasi dan nuansanya juga menarik.

Kya-Kya Kembang Jepun reborn, hidup lagi sebagai ikonik Surabaya.

Antusiasme warga dan banyaknya masyarakat yang datang sambil menikmati jajanan, membawa berkah bagi para pelaku UMKM di wilayah sekitar. Yang berdagang di tempat tersebut senang karena laris.

"Tentunya kondisi ini sangat bagus bagi kelangsungan usaha mereka. Dengan padatnya pengunjung bisa menumbuhkan kembali UMKM di wilayah sekitar khususnya di Kya-Kya," imbuh Anas.

Namun Anas memberikan catatan, terhadap beberapa infrastruktur yang perlu dibenahi. Yaitu ketersediaan lahan parkir dan toilet umum.

Ini penting untuk memberi kenyamanan bagi para pengunjung agar mereka merasa puas dan tingin kembali lagi berwisata di Kya-Kya.

Kawasan wisata Kya-Kya Kembang Jepun yang keberadaannya menyusul wisata Tunjungan Romansa, diharapkan akan ikuti dengan tempat wisata ikonik lainnya di wilayah lain Surabaya.

Anas mengatakan, ketika berdiri tempat wisata ikonik yang melibatkan UMKM di Surabaya Timur dan Surabaya Barat, maka akan banyak tempat wisata yang menjadi pilihan warga Surabaya.

Sehingga lalu lintas pergerakan ekonomi terdistribusi dengan baik.

"Ini bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM yang terdistribusi merata. Tidak hanya di Kya-Kya dan Tunjungan Romansa yang letaknya di utara dan pusat Surabaya," kata Anas yang Politisi PDIP.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved