Berita Tulungagung

Kanker Serviks Jadi Ancaman Utama Perempuan Tulungagung, Dinkes Sarankan Rutin Memeriksakan Diri

kanker serviks bisa disebabkan berganti-ganti pasangan dan dalam kasus ini ada peran dari Human Papiloma Virus (HPV)

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
surya/david yohanes
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr Kasil Rokhmat. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mengingatkan warga Tulungagung bahwa kanker serviks atau leher rahim masih menjadi ancaman nomor satu bagi kaum perempuan. Keganasan kanker ini bahkan mengalahkan kanker payudara yang berada di posisi kedua.

Karena itu kaum perempuan diharapkan melakukan pemeriksaan rutin, untuk deteksi dini kanker serviks. "Angka secara nasional, keganasan kanker serviks mengalahkan kanker payudara. Demikian juga di Kabupaten Tulungagung," terang Kepala Dinkes Tulungagung, dr Kasil Rokhmat, Rabu (14/9/2022).

Sejak awal Januari hingga Agustus 2022 telah ditemukan 133 kasus kanker serviks. Masih menurut Kasil, selama ini para penderita sudah datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisi terlambat.

Karena itu angka kematian penyakit ini tergolong tinggi di antara kaum perempuan. "Kematian terjadi bisa karena pendarahannya. Atau karena sel kankernya sudah menyebar ke organ vital lain," paparnya.

Penyebab kanker secara umum bisa disebabkan faktor genetika. Namun khusus untuk kanker serviks bisa disebabkan karena berganti-ganti pasangan. Dalam kasus ini ada peran dari Human Papiloma Virus (HPV) yang menumbuhkan sel kanker.

Selain itu ada faktor karena terlalu sering melahirkan, sehingga serviks sering robek lalu memicu tumbuhnya jaringan kanker. Cara pencegahan yang paling efektif adalah dengan deteksi dini. "Pada perempuan yang punya garis keturunan pengidap kanker, disarankan memeriksakan diri setiap 6 bulan. Sementara wanita pada umumnya bisa setahun sekali," ucap Kasil.

Deteksi paling sederhana adalah dengan metode Inspeksi Visual Asal Asetat (IVA). Metode ini bisa dilakukan di bidan atau Puskesmas. Caranya, leher rahim ditetesi dengan cairan asam tertentu dan didiamkan beberapa saat.

"Jika ada ada pertumbuhan sel yang tak normal, maka warnanya akan putih. Sama seperti bibir yang mau sariawan," ungkap Kasil.

Metode lainnya adalah dengan pap smear. Cara ini dengan mengambil sel di serviks dan diuji di laboratorium. Uji laboratorium akan melihat kemungkinan adanya sel tdak normal, sebagai tanda awal kemungkinan tumbuhnya kanker.

Untuk upaya pencegahan, kini ada vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks yang disebabkan virus. Vaksin ini tidak bisa mengurangi resiko kanker serviks karena faktor genetika dan seringnya melahirkan. "Dengan vaksin HPV tentu akan bisa menurunkan angka pasien, karena ada sekian persen kanker serviks yang disebabkan virus," katanya.

Tanda awal yang bisa dikenali, adalah biasanya perempuan akan mengalami pendarahan sebelum waktunya menstruasi. Atau akan keluar darah saat melakukan hubungan intim, karena sel kanker di serviks ini sangat rapuh.

Namun sekali lagi Kasil mengingatkan, jika gejala ini sudah muncul, maka kondisinya sudah terlambat. "Kalau sudah bergejala seperti itu, biasanya sudah telat. Kondisinya past sudah parah," tegasnya.

Dinkes Tulungagung juga akan melakukan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Salah satunya adalah pemberian vaksin HPV untuk siswi kelas 5 dan kelas 6. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved