Berita Tulungagung

Kakek 95 Tahun Asal Kalidawir Tulungagung Ditemukan Meninggal di Kolam Ikan Gurami

Warga Dusun Tuban, Desa Domasan, Kecamatan Kalidawir ini sebelumnya pergi meninggalkan rumah tanpa pamit.

Penulis: David Yohanes | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Humas Polres Tulungagung
Polisi melakukan olah TKP di kolam ikan tempat korban tenggelam, Selasa (13/9/202) malam. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Gendut, kakek yang sudah berusia 94 tahun ditemukan meninggal dunia di dasar kolam kolam gurami, Selasa (13/9/2022) sekitar pukul 18.00 WIB.

Warga Dusun Tuban, Desa Domasan, Kecamatan Kalidawir ini sebelumnya pergi meninggalkan rumah tanpa pamit.

"Karena faktor usia, korban sudah dalam keadaan pikun (pelupa)," terang Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu M Anshori.

Lanjut Anshori, korban biasanya tinggal di rumah karena kondisi fisiknya yang sepuh.

Namun saat pukul 15.00 WIB, keluarga menyadari korban sudah tidak ada di rumah.

Keluarga pun berusaha mencari dan menanyakan ke tetangga sekitar, namun tidak membuahkan hasil.

Baca juga: Gresik United Datangkan Kiper Eks Liga 1 Aji Bayu, Pernah Perkuat PSIS Semarang dan Persiraja

"Karena tidak kunjung ditemukan, salah satu cucu korban mengirim pesan ke grup Whatsapp Dusun Tuban," sambung Anshori.

Keberadaan korban baru diketahui, saat seorang warga bernama Imam Muksin menemukan tongkat di tepi kolam ikan gurami miliknya.

Tongkat itu diyakini milik korban, yang dipakai untuk membantu berjalan.

Karena di sekitar kolam juga tidak ditemukan sosok korban, keluarga mencari ke dalam kolam.

Mereka akhirnya menemukan sesosok tubuh di dasar kolam.

Setelah diangkat ternyata benar, sosok tubuh tersebut adalah kakek Gendut.

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar kolam ikan," ungkap Anshori.

Kelurga korban lalu melaporkan kejadian ini ke Polsek Kalidawir.

Polsek Kalidawir meminta bantuan Unit Inafis Satreskrim Polres Tulungagung untuk melakukan olah TKP, serta memeriksa tubuh korban.

Hasil pemeriksaan fisik bersama petugas medis Puskesmas Kalidawir, tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.

"Koban diduga tewas karen tenggelam, karena saat pemeriksaan masih keluar air dari mulut dan hidung korban," ujar Anshori.

Keluarga menerima kejadian ini sebagai kecelakaan, dan menolak dilakukan autopsi.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved