Berita Kota Kediri

Tangani Anak Korban Kekerasan di Kota Kediri, Semua Elemen Dituntut Samakan Persepsi

hak -hak anak korban kekerasan adalah pelayanan cepat dan responsif, mendapatkan rehabilitasi baik fisik, psikis maupun sosial

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya.co.id/didik mashudi
Rapat koordinasi dan pencegahan lintas sektor pencegahan kekerasan terhadap anak di Ruang Rapat Kantor DP3AP2KB Kota Kediri, Selasa (13/9/2022). 

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Kekerasan fisik yang dialami anak akan berdampak negatif dalam jangka panjang secara psikis. Yayasan Lembaga Perlindungan Anak (YLPA) Kota Kediri pun mengingatkan, anak yang menjadi korban kekerasan harus mendapat hak-haknya dalam proses rehabilitasi.

Hal itu diungkapkan Heri Nurdianto, dari YLPA Kediri dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri, Selasa (13/9/2022).

Heri menjelaskan, hak -hak anak korban kekerasan adalah pelayanan yang cepat dan responsif, mendapatkan rehabilitasi baik fisik, psikis maupun sosial, mendapatkan bansos, mendapatkan jaminan keberlanjutan pendidikan, mendapatkan pendampingan, dan mendapatkan hak restitusi.

Diungkapkan Heri, bantuan sosial bagi anak korban kekerasan sudah dilaksanakan Dinas Sosial, khususnya bagi anak dari keluarga yang kurang mampu. "Alhamdulillah Pemkot Kediri melalui Dinas Sosial sudah beberapa kali memberikan bantuan sosial kepada anak-anak korban kekerasan,” ungkapnya.

Masukan dari lintas sektor bisa menjadi penyemangat dan pelecut untuk mengadakan pertemuan berkelanjutan yang akhirnya tercapainya peningkatan pelayanan terhadap pemenuhan hak-hak anak.

Selain itu, semua layanan di Kota Kediri memang harus sinergis dan kolaboratif sehingga terwujud kepentingan yang terbaik bagi anak-anak, khususnya korban kekerasan.

“Perlu adanya sinkronisasi, kolaborasi dan kerjasama bareng yang berkelanjutan. Semoga dari pertemuan ini lahir naskah kerjasama atau MOU yang melibatkan stakeholder dan kerjasama dalam upaya perlindungan anak sebagai korban dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.

Disampaikan, apabila ditemukan kasus kekerasan pada anak, bisa langsung dilaporkan ke pusat-pusat layanan pengaduan tindak pidana kekerasan terhadap anak. Yaitu unit PPA Satreskrim Polres Kediri Kota, P2TP2A / DP3AP2KB, YLPA, Peksos Kemensos (Dinas Sosial), satgas PPA di 46 Kelurahan dan satgas PPA tingkat kecamatan serta klinik pendidikan (TKP dalam sekolah).

“Peran pendamping atau penyedia layanan sangat penting untuk memutuskan langkah yang diambil, jadi ketika ada korban yang melapor atau ketika menangani kasus di tingkat bawah diharapkan bisa mengambil keputusan yang tepat,” ungkap Heri.

Sementara Kepala DP3AP2KB Kota Kediri, Sumedi berharap adanya persamaan persepsi di satuan kerja terkait dalam rangka pencegahan sekaligus penanganan kekerasan pada anak. Diharapkan, agar dalam memberikan pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak tidak saling tumpang tindih.

“Kita perlu menyamakan persepsi, membangun sebuah sinergitas dan menjalin kerjasama yang harmonis antar instansi dan lembaga. Sehingga pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak bisa terlaksana dengan baik dan bisa mengatasi permasalahan kekerasan pada anak," jelasnya.

Selama ini koordinasi memang sudah berjalan dengan baik, namun untuk peningkatan ke depan perlu ada saran dan masukan. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved