Rabu Wekasan 2022 Jatuh Pada Tanggal Berapa? Serta Hukumnya dalam Islam

Rabu Wekasan 2022 jatuh pada tanggal berapa? Lengkap penjelasan hukum Rabu Wekasan dalam Islam

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
Canva
Ilustrasi - Rabu Wekasan dan hukum Rabu Wekasan dalam Islam 

SURYA.CO.IDRabu Wekasan 2022 jatuh pada tanggal berapa? Berikut ulasan lengkap serta hukumnya dalam Islam.

Nama lain dari Rabo Wekasan adalah Rabu Pamungkas, Arba Mustakmir, atau Arba Musta'mir.

Rabu Wekasan jatuh pada hari Rabu terkahir di Bulan Safar, dalam Kalender Hijriyah.

Menurut kepercayaan sebagian masyarakat Jawa, Rabo Wekasan adalah waktu turunnya balak atau musibah penyakit, sehingga sering diperingati dengan acara tolak balak.

Bulan Safar 1444 H/2022 M jatuh pada tanggal 29 Agustus 2022. Menurut kalender, Rabu Wekasan atau Rabu terakhir Bulan Safar diperkirakan jatuh pada tanggal 21 September 2022 M/24 Safar 1444 H.

Baca juga: Doa Bulan Safar Teks Arab dan Artinya, Agar Dijauhkan dari Bala Musibah

Hukum Rabu Wekasan dalam Islam

Buya Yahya menjelaskan Nabi Muhammad SAW tidak pernah bersabda adanya hal itu.

"Rabu Wekasan, jadi tentang adanya turun balak di malam Rebo Wekasan itu tidak pernah, bukan riwayat hadist Nabi SAW," jelas Buya Yahya, di YouTube Al-Bahjah TV, Senin (13/9/2022).

Selanjutnya, hukum meyakini datangnya malapetaka di akhir Bulan Shafar sudah ada sejak jaman Nabi Muhammad SAW. Dan beliau menegaskan langsung tentang hukumnya.

Dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim, "Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda: "Tidak ada penyakit menular. Tidak ada kepercayaan datangnya malapetaka di bulan Shafar. Tidak ada kepercayaan bahwa orang mati itu rohnya menjadi burung yang terbang." (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Menurut al-Hafizh Ibn Rajab al-Hanbali, hadits ini merupakan respon Nabi SAW terhadap tradisi yang berkembang di masa Jahiliyah.

Ibnu Rajab menulis: "Maksud hadits di atas, orang-orang Jahiliyah meyakini datangnya sial pada bulan Shafar. Maka Nabi SAW membatalkan hal tersebut. Pendapat ini disampaikan oleh Abu Dawud dari Muhammad bin Rasyid al-Makhuli dari orang yang mendengarnya. Barangkali pendapat ini yang paling benar. Banyak orang awam yang meyakini datangnya sial pada bulan Shafar, dan terkadang melarang bepergian pada bulan itu. Meyakini datangnya sial pada bulan Shafar termasuk jenis thiyarah (meyakini pertanda buruk) yang dilarang." (Lathaif al-Ma’arif, hal. 148).

Bagaimana amalan Rabu Wekasan dalam Islam?

Buya Yahya menjelaskan amalan Baca Yasin, baca doa, sedekah di waktu Rabu Wekasan sah-sah saja.

"Amalan itu sah, kalau perlu tiap hari lah sedekah. Bukan hanya di Rabu Wekasan. Itu amalannya yang sah," jelas Buya Yahya.

Bagaimana dengan shoal sholat tolak bala?

"Adanya sholat hajat untuk menolak balak," jelas Buya Yahya.

Umat Muslim boleh mengerjakan sholat hajat dengan tujuan tolak balak, lebih utama dua rakaat satu salam. Sementara jumlahnya sesuai kemampuan.

Simak berita Rebo Wekasan atau Rabu Wekasan lainnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved