Berita Bangkalan

Wujud Kesetaraan Gender di Pemilu, Bawasalu Bangkalan Tampung 18 Perempuan Jadi Pengawas Kecamatan

Di setiap kecamatan harus terpenuhi 6 pendaftar, dan salah seorang di antaranya harus pendaftar perempuan

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Ketua Bawaslu Kabupaten Bangkalan, Mustain Saleh menerima rombongan FISIB di Ruang Rapat Bawaslu dalam MoU Peningkatan Kapasitas Mahasiswa dan Pengawasan Partisipatif, Rabu (10/8/2022). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Semakin padatnya tahapan-tahapan menjelang gelaran Pemilu 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangkalan dalam waktu dekat melakukan rekrutmen 54 petugas pengawas tingkat kecamatan. Dari jumlah itu, 18 orang di antaranya adalah perempuan muda potensial.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bangkalan, Mustain Saleh mengungkapkan, seluruh bawaslu kabupaten/kota telah mendapatkan petunjuk teknis (juknis) rekrutmen pengawas tingkat kecamatan. Penerimaan pendaftaran pengawas di tingkat kecamatan akan dibuka selama sepekan, terhitung 21-27 September 2022.

“Di setiap kecamatan kami membutuhkan tiga pengawas atau total 54 pengawas kecamatan. Di setiap kecamatan harus ada satu keterwakilan dari perempuan. Jika belum terpenuhi keterwakilan perempuan, kami akan perpanjang masa rekrutmen,” ungkap Mustain kepada SURYA, Senin (12/9/2022).

Ia menjelaskan, pengumuman resmi terkait rekrutmen pengawas pemilu tingkat kecamatan akan disampaikan pada 15 September depan Namun sejak 10 September 2022, Bawaslu Bangkalan mulai gencar melakukan sosialisasi baik secara formal maupun informal.

“Keterwakilan perempuan di setiap kecamatan merupakan salah satu wujud bawaslu memberikan ruang kesetaraan gender. Kami akan turun ke beberapa sentra kecamatan untuk mengajak kelompok potensial, termasuk perempuan, agar ambil bagian menjadi pengawas kecamatan,” jelasnya.

Selain syarat keterwakilan seorang perempuan di setiap kecamatan, lanjutnya, Bawaslu Bangkalan juga bisa memperpanjang masa rekrutmen pengawas kecamatan apabila dalam tahapan seleksi belum memenuhi jumlah minimal pendaftar.

“Jumlah minimal pendaftar di setiap kecamatan adalah dua kali lipat dari kebutuhan. Artinya di setiap kecamatan harus terpenuhi 6 pendaftar. Jadi harus 6 orang pendaftar dan salah seorang di antaranya harus perempuan,” paparnya.

Sekedar diketahui, pengawas kecamatan sebagai jejaring dan kekuatan SDM bawaslu di level kecamatan sangat diperlukan sebagai kepanjangan tangan bawaslu kabupaten. Karena itu, sosialisasi terkait rekrutmen tenaga pengawas kecamatan dilakukan sejak dini.

“Berkaca pada Pemilu 2019 di mana pendaftar sangat minim, ini mumpung jauh-jauh hari kami berharap akan banyak pendaftar untuk Pemilu 2024. Kami berharap informasi ini bisa diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat Bangkalan, khususnya di 18 kecamatan yang masih minim akses jaringan atau digital,” pungkasnya. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved