Berita Kota Kediri

Bunda Fey Sarankan Pemberian ASI Eksklusif untuk Bayi

Tidak diberikannya ASI eksklusif ini karena berbagai macam alasan, namun yang paling banyak adalah karena ASI tidak keluar.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya/didik mashudi
Diskusi tentang pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif di Kantor Dinas Kesehatan Kota Kediri, Senin (12/9/2022). 

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Sosialisasi dan imbauan agar para ibu memberikan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif pada bayinya, sudah bertahun-tahun disuarakan. Tetapi kenyataannya, di Kota Kediri ternyata masih ada rumah sakit yang memberikan susu formula kepada bayi yang baru lahir.

Padahal sudah jelas pemberian susu formula dilarang, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012, Permenkes nomor 39 tahun 2013 serta yang terbaru Peraturan Walikota Kediri Nomor 33 Tahun 2021.

Menyusul temuan ini, digelar diskusi tentang pemberian ASI Eksklusif di Kantor Dinas Kesehatan Kota Kediri, Senin (12/9/2022). Diskusi diikuti Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kediri, Ferry Silviana Abu Bakar, para direktur rumah sakit, kepala puskesmas, dokter anak, dokter kandungan dan bidan di Kota Kediri.

Silviana mengungkapkan, banyak sekali persoalan di lapangan saat kunjungan ibu hamil beresiko tinggi. Mereka tidak menyusui sehingga memberikan susu formula kepada bayinya.

Tidak diberikannya ASI eksklusif ini karena berbagai macam alasan, namun yang paling banyak adalah karena ASI tidak keluar. Persoalan muncul saat bayi ini terlahir dari keluarga yang memiliki ekonomi menengah ke bawah.

Sehingga kebutuhan keluarga tersebut menjadi berubah yang seharusnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari beralih untuk membeli susu formula.

“Persoalan yang terjadi di masyarakat itu, mengundang keprihatinan saya. Ibu tidak memberikan ASI kepada bayinya, mungkin memang berawal dari ketidaktahuannya bahwa ia sudah memproduksi ASI," jelas Bunda Fey, sapaannya.

Air susu yang sudah keluar tersebut merupakan ASI yang dapat diberikan kepada bayinya. "Bayi menangis bukan berarti ASI yang diberikan kurang karena lambung bayi itu hanya sebesar kelereng,”ungkapnya.

Istri Wali Kota Kediri itu berupaya terus mendorong kepada rumah sakit serta klinik untuk bisa memberikan pemahaman dan mengutamakan pemberian ASI ekslusif. Tujuannya agar angka capaian ASI eksklusif meningkat lagi.

Selain itu, mendorong rumah sakit di Kota Kediri bisa menjadi rumah sakit yang ramah terhadap anak dan ibu.
Semua ibu yang melahirkan di Kota Kediri bisa keluar dari rumah sakit dengan perasaan senang dan dengan sebuah keyakinan besar bahwa bisa menyusui.

“Saya rasa akan sangat baik apabila kita bentuk satgas untuk peningkatan pencapaian ASI esklusif di Kota Kediri,” tegasnya.

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved