Berita Surabaya

Resmikan Kya-Kya, Cak Eri: Bukti Surabaya Konsisten Jaga Tradisi Toleransi

Pusat wisata kuliner khas Pecinan di Jalan Kembang Jepun Surabaya, Kya-Kya resmi dibuka Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Sabtu (10/9/2022) malam.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Habibur Rohman
WISATA PECINAN - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi berjalan menuju panggung utama saat launching Wisata Pecinan Kembang Jepun Surabaya, Kya-Kya, Sabtu (10/9/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pusat wisata kuliner khas Pecinan di Jalan Kembang Jepun Surabaya hidup kembali melalui konsep baru, kawasan yang dikenal sebagai Kya-Kya tersebut kembali ramai.

Ini ditandai pemukulan tambur oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama sejumlah forkopimda dan pegiat dari berbagai komunitas pada acara Kembang Jepun Festival, Sabtu (10/9/2022) malam.

Melalui tajuk Kya-Kya Reborn, Cak Eri gembira melihat tingginya antusiasme para pengunjung. Pemandangan yang juga pernah terlihat di sekitar tahun 2000-an.

"Hari ini juga bersamaan dengan bulan purnama bersinar terang. Bulat sekali. Ini seperti menandakan kalau Kya-Kya tak akan pernah mati suri lagi," kata Cak Eri pada awal sambutannya.

Pemilihan pembukaan kembali Kya-Kya Reborn di pertengahan September juga tanpa alasan.

"Hari ini katanya hokinya besar," ujar Cak Eri.

Sekalipun baru dibuka, pengunjung terlihat berjubel sejak pintu gerbang. Sebagian dari mereka menikmati berbagai kuliner khas Pecinan yang dijajakan puluhan pedagang di lokasi.

"Hari ini ada 60 penjual makanan yang 30 di antaranya adalah UMKM. Ini bukti semangat kita untuk bersama membangkitkan ekonomi di Kota Surabaya," ungkap Cak Eri.

Acara semakin semarak dengan penampilan tari Barongsai dan Liang Liong juga mengisi acara tersebut. Kehadiran mereka semakin memperkuat kesan Tionghoa di lokasi.

Bagi mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini, acara ini menjadi bukti semangat toleransi yang terus terjaga. Berbagai budaya hadir dan terjaga di Kota Pahlawan, termasuk budaya Tionghoa.

"Kesuksesan Surabaya membangun kota bukan karena wali kotanya. Namun, karena semangat gotong royong dan toleransi yang terus dijaga masyarakatnya," kata pria kelahiran Surabaya ini.

Selanjutnya, wisata Kya-Kya Reborn ini akan dibuka pada tiap Jumat, Sabtu dan Minggu.  Saat dibuka, masyarakat bisa menikmati makanan hingga tampilan budaya.

Adanya wisata kuliner khas Pecinan di kawasan Kembang Jepun semakin memperbanyak kawasan wisata malam di Surabaya.

Sebelumnya, Cak Eri juga telah membuka wisata Tunjungan Romansa dan Wisata Susur Sungai Kalimas di Surabaya pusat.

"Ke depan kami akan resmikan wisata di kawasan Romokalisari dan wisata Religi Ampel. Memang, masing-masing tempat punya kekhasan wisata yang bisa dinikmati seluruh warga baik, warga Surabaya maupun luar Surabaya," jelas Cak Eri

Selain menjaga budaya, bangkitnya wisata di Surabaya juga sebagai strategi membangkitkan ekonomi. Sebab, ada berbagai usaha yang juga terdampak akibat ramainya sebuah kawasan.

"Selain kuliner, Kya-Kya Reborn juga ada pementasan kesenian hingga berkunjung ke kampung Pecinan. Ada juga kelompok kesenian hingga pebecak yang kami libatkan," ungkapnya lagi.

Tak hanya terpusat di Jalan Kembang Jepun, Cak Eri bersama sejumlah forkopimda juga sempat menikmati suasana kampung Pecinan di Jalan Slompretan. Mereka menaiki becak.

Rombongan melihat berbagai bentuk lampion yang dipasang di sepanjang jalan. Pemkot juga telah menghias berbagai spot dengan lukisan mural yang membuat lokasi semakin Instagramable.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved