Berita Surabaya

Cakupan BIAN di Surabaya 82,34 Persen dari Jumlah Balita, Dinkes Siapkan Imunisasi Door to Door

Pemkot Surabaya optimistis bisa segera menuntaskan seluruh target sasaran imunisasi balita pada momentum Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
Istimewa
Pelaksanaan imunisasi anak dalam rangka Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemkot Surabaya optimistis bisa segera menuntaskan seluruh target sasaran imunisasi balita pada momentum Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, kini telah menuntaskan 82,34 persen dari total balita di Surabaya untuk imunisasi MR (Measles Rubella).

Berdasarkan data Dinkes yang mengutip data dari Kementerian Kesehatan, ada 175.384 balita yang seharusnya mendapatkan imunisasi di Surabaya.

Dari total tersebut, Dinkes Surabaya telah menyalurkan kepada 144.415 anak (82,34 persen).

"Targetnya, Selasa (13/9/2022), kami bisa mengejar ketinggalan dan menambah angka agar bisa naik," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina, Sabtu (10/9/2022).

Nanik menjelaskan, batas waktu tersebut merupakan perpanjangan dari jadwal yang ditetapkan. Sebelumnya, BIAN di Kota Surabaya telah dimulai sejak 1-31 Agustus 2022 dengan sasaran anak usia 9-59 bulan.

Namun, pelaksanaan BIAN oleh Pemprov Jatim diperpanjang hingga 13 September 2022. Khusus di Surabaya, Nanik menjelaskan sejumlah kendala hingga belum tuntasnya seluruh target.

Pertama, tingkat kesadaran orang tua terhadap pentingnya imunisasi bagi anak.

"Justru, masih ada orang tua yang takut anaknya divaksin. Takut sakit dan sebagainya. Padahal, ini penting bagi anak," ungkapnya.

Kedua, adanya perbedaan data penerima dari Kementerian Kesehatan dengan data yang dimiliki Dinkes. Penyebabnya, perbedaan domisili dengan alamat KTP warga.

"Beberapa sudah kami datangi, namun anaknya tidak ada. Banyak kasus seperti itu," jelasnya.

Untuk mengejar target tersebut, lanjut Nanik, pihaknya melakukan berbagai upaya. Di antaranya, melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan datang langsung ke rumah warga.

Pihaknya juga berkoordinasi jejaring layanan kesehatan seperti Palang Merah Indonesia (PMI) Dokter Praktek Mandiri (DPM), klinik dan rumah sakit. Termasuk, berkolaborasi dengan civitas akademika dalam menggerakkan dan mobilisasi sasaran ke layanan BIAN.

"Kami juga melibatkan peran aktif mitra swasta dalam support imunisasi BIAN melalui dukungan promosi, fasilitas dan pemberian stimulus berupa bingkisan bagi sasaran pada layanan BIAN di Surabaya," Nanik menuturkan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved