Berita Surabaya

Sri Mulyani Wajibkan Transfer Daerah Ada Alokasi untuk Bansos, Pemkot Surabaya Siapkan Bantuan Usaha

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan masih menyiapkan skema yang untuk menjalankan bansos

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: irwan sy
bobby constantine koloway/surya.co.id
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memberikan penjelasan tentang skema untuk menjalankan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.07/2022 tentang Belanja Wajib Dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun 2022. 

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya tengah mengaji Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.07/2022 tentang Belanja Wajib Dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun 2022.

Aturan tersebut mewajibkan pemerintah daerah (pemda) membelanjakan 2 persen dari dana transfer umum (DTU) untuk bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan masih menyiapkan skema yang untuk menjalankan aturan tersebut.

Rencananya, bantuan tersebut akan diberikan sebagai dukungan penciptaan lapangan pekerjaan.

"Prinsipnya, bansos itu kan sama (tujuannya), yakni memberikan bantuan agar pendapatan masyarakat bertambah sehingga menutup pengeluaran," kata Mas Eri di Surabaya.

Oleh karenanya, pihaknya besar kemungkinan akan menyalurkan bantuan melalui modal usaha.

Melalui bantuan modal, hal ini bisa meningkatkan pendapatan warga secara berkelanjutan.

"Kami akan melihat (aturan), (apakah memungkinkan bansos) diberikan tidak berupa uang namun kegiatan yang mendatangkan uang," kata Mas Eri melanjutkan.

Menurutnya, pemberian bantuan modal usaha justru bisa melipatgandakan pendapatan warga dibanding pemberian bansos secara tunai.

"Contohnya, karena kenaikan BBM, kita beri Rp300 ribu perbulan. Namun, ketika bantuan ini diwujudkan melalui kegiatan maka warga ini akan mendapatkan pendapatan Rp1 juta. Sehingga, uang ini sebaiknya tak diberikan secara "cuma-cuma", melainkan untuk modal, usaha, sehingga pendapatan naik Rp1 juta," kata Eri.

Ia mencontohkan program Pemkot saat memberikan bantuan kepada nelayan.

Bantuan senilai Rp 2 juta tersebut tak diberikan secara tunai namun melalui program pemberdayaan.

"Saya nggak mau ngasih uang melainkan dalam bentuk kegiatan yang bisa meningkatkan penghasilannya, sehingga, kalau pendapatan ini akan kontinyu selama setahun maka akan berdampak," katanya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved