Berita Surabaya

Kya-Kya Akan Dibuka Pada 10 September 2022, Pemkot Surabaya Gandeng 66 UMKM

Wisata Pecinan Kembang Jepun, Kya-Kya akan resmi dibuka sebagai lokasi wisata kuliner malam di Surabaya pada Sabtu (10/9/2022).

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
Istimewa
Suasana kawasan Wisata Pecinan Kembang Jepun, Kya-Kya yang rencananya akan resmi dibuka sebagai lokasi wisata kuliner malam di Surabaya pada Sabtu (10/9/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wisata Pecinan Kembang Jepun, Kya-Kya akan resmi dibuka sebagai lokasi wisata kuliner malam di Surabaya pada Sabtu (10/9/2022).

Selain wisata kuliner, pengunjung akan bisa menikmati berbagai tampilan kesenian hingga wisata sejarah di Jalan Kembang Jepun, Surabaya, tersebut.

Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, kini telah menyiapkan sejumlah aspek. Termasuk dengan menggandeng beberapa UMKM kuliner.

"Sudah ada 66 UMKM khas yang akan berjualan. Misalnya, makanan berbahan mie yang kami kombinasi dengan berbagai makanan lain," kata Kepala Disbudporapar Surabaya, Wiwiek Widayati, Jumat (9/9/2022).

Melalui startegi ini, harapannya akan tumbuh UMKM berdaya yang akan sekaligus meningkatkan pendapatan warga.

"Karena konsepnya menumbuhkan, maka pengusaha yang berkembang kami kombinasikan yang sudah jalan," jelas Wiwiek.

Di samping itu, Wiwiek juga menggandeng UMKM yang menjadi binaan kelurahan di masing-masing kawasan di Surabaya.

"Lokasi ini menjadi ajang promosi UMKM. Sehingga, kami juga akan ganti secara bergilir dengan UMKM yang lain tiap dua pekan sekali," ujarnya.

Selain menyiapkan kuliner yang akan berjualan di kawasan ini, Pemkot Surabaya juga menata berbagai pernik Pecinan yang nantinya bisa menjadi lokasi swafoto maupun belajar sejarah.

Lokasinya tersebar di sekitar titik kawasan Jalan Kembang Jepun. Tak hanya Disbudporapar, pengerjaan ini juga dilakukan "keroyokan" melibatkan lintas dinas.

"Kami ingin mengembalikan kejayaan Kya-Kya masa lalu. Ada beberapa mural nanti, bagaimana bisa menarik pengunjung datang. Golnya, kami ingin menghidupkan lagi kawasan kota lama," kata Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Kristian saat dikonfirmasi terpisah.

Hampir sama dengan Tunjungan Romansa, kawasan itu akan dilengkapi pedestrian hingga penambahan fasilitas penunjang seperti tempat duduk bagi pengunjung.

"Kami ingin best practice yang ada di Jalan Tunjungan bisa kami aplikasikan di sini. Harapannya kawasan kota lama ini hidupnya lebih lama. Karena kalau sekarang kan jam 18.00 WIB sudah sepi," terang dia.

Ada juga penambahan ornamen lampu lampion, lukisan mural hingga pernik ikonik lainnya.

"Kalau ornamen yang ditambahkan seperti Chinatown, kekinian. Ada beberapa spot juga yang kami mural dengan tematiknya China peranakan, tapi konsepnya lebih modern," ungkap Iman.

"Lampion dan umbul-umbul juga akan ditambahkan. Intinya agar lebih rustic tempatnya. Selama ini kan orang takut lewat sini waktu malam. Nanti kami bikin beberapa pos jaga juga, harapannya kawasan ini bisa hidup 24 jam," jelasnya.

Untuk tahap pertama, destinasi wisata pecinan akan dibuka mulai Jalan Kembang Jepung hingga menuju arah selatan ke perempatan Jalan Slompretan-Jalan Songoyudan atau sepanjang 250 meter.

"Pembukaan di tahap awal sampai Jalan Slompretan, nanti kami evaluasi sambil jalan," tandas Iman.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved