Berita Jember

Digeruduk BEM Jember, 6 Fraksi Teken Penolakan Kenaikan Harga BBM Kecuali Fraksi PDIP

Mahasiswa memulai aksinya di Bundaran DPRD Jember. Mereka berorasi mengkritisi kebijakan kenaikan harga BBM

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Deddy Humana
surya/sri wahyunik
Para mahasiswa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jember mendatangi DPRD Jember untuk menentang kenaikan harga BBM, Jumat (9/9/2022). 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Mahasiswa Jember kembali menggelar aksi penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kali ini Jumat (9/9/2022) sore, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jember mendatangi DPRD Jember menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM tersebut.

Ada 11 BEM yang tergabung dalam Aliansi BEM se-Jember tersebut. Mereka memulai aksinya di Bundaran DPRD Jember. Massa aksi sempat 'menguasai' DPRD Jember dengan masuk ke ruang lobby DPRD Jember. Ini terjadi sekitar pukul 17.00 Wib.

Mahasiswa memulai aksinya di Bundaran DPRD Jember. Mereka berorasi mengkritisi kebijakan kenaikan harga BBM. Setelah dari Bundaran DPRD, mereka memasuki gedung dewan. Mahasiswa hanya berada di pelataran gedung DPRD Jember.

Mereka juga membakar ban di halaman dewan. Mahasiswa lantas meminta dukungan dari semua fraksi di DPRD Jember untuk turut menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM tersebut dengan cara membubuhkan tanda tangan.

"Namun ada satu fraksi yang tidak tanda tangan karena ketua tidak ada di tempat. Kami meminta semua fraksi menyuarakan penolakan harga BBM ini, karena ini juga menyuarakan suara rakyat kecil yang banyak di luar sana. Mereka terdampak kenaikan harga BBM," ujar korlap aksi, M Rizal Mediansyah.

Dari tujuh fraksi di DPRD Jember, enam fraksi menandatangani pakta integritas yang disodorkan mahasiswa. Satu fraksi yang belum tanda tangan adalah PDI Perjuangan. Karenanya, mahasiswa alot bernegosiasi meminta semua fraksi bertanda tangan.

Akhirnya mahasiswa menduduki gedung dewan. Mereka memenuhi area lobby DPRD Jember. Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi, bersama dua wakil ketua dewan, juga sejumlah pimpinan fraksi menemui mereka.

Itqon lantas menjanjikan jika perwakilan Fraksi PDI Perjuangan juga akan turut menandatangani pakta integritas tersebut.

"Saya menjanjikan besok, semua fraksi sudah menandatangani pakta integritas yang disodorkan mahasiswa, termasuk PDIP. Karena memang hanya PDIP yang belum. Sebab ketua fraksinya sedang ada acara kepartaian di Surabaya. Begitu juga wakil ketua dewan, yang tadi melalui telepon sudah berjanji akan menandatangani," tegas Itqon.

Isi dari pakta integritas itu adalah; Pertama, mendesak pemerintah untuk menarik kebijakan pemotongan subsidi BBM. Kedua, mendesak pemerintah untuk merevisi dan mengesahkan Perpres No 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Lalu Ketiga, mendesak BPH Migas untuk membuat regulasi pengawasan BBM subsidi, baik penyediaan, pendistribusian dan kriteria penerima BBM subsidi. Keempat, menuntut dan Mendesak pemerintah mengevaluasi 3 (tahun) kinerja BPH Migas dalam pengelolaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kelima, menuntut pemerintah memulihkan perekonomian nasional pasca kebijakan pemotongan subsidi BBM jenis pertalite dan solar, serta kenaikan BBM jenis pertamax. Lalu Keenam, mendesak Pemerintah untuk segera menurunkan harga BBM subsidi.

Sedangkan tuntutan dari mahasiswa adalah Pertama, mendesak pemerintah untuk menarik kebijakan pemotongan subsidi BBM jenis pertalite dan solar serta kenaikan harga BBM jenis pertamax. Kedua, menuntut pemerintah memulihkan perekonomian nasional pasca kebijakan pemotongan subsidi BBM jenis pertalite dan solar, serta kenaikan BBM jenis pertamax.


Ketiga, menuntut dan Mendesak pemerintah mengevaluasi 3 (tahun) kinerja dalam pengelolaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Setelah mendapatkan jaminan dari ketua DPRD Jember, mahasiswa membubarkan aksinya sekitar pukul 17.50 WIB. ****

 

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved