Berita Ponorogo

TERBARU Santri Gontor Tewas Dianiaya, Ortu Tak Boleh Lapor Polisi Karena Tersandera Surat Pernyataan

Berikut ini kabar terbaru kasus santri Gontor tewas diduga akibat dianiaya oleh seniornya saat kegiatan yang digelar oleh pondok pesantren modern itu.

kolase Halaman FB Ponpes Gontor/dok.surya
ILUSTRASI Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo. Terbaru kasus santri Gontor tewas dianiaya seniornya, ortu tak boleh lapor polisi karena telah menandatangani surat pernyataan. 

SURYA.co.id | PONOROGO - Berikut ini kabar terbaru kasus santri Gontor tewas diduga akibat dianiaya oleh seniornya saat kegiatan yang digelar oleh pondok pesantren modern itu.

Kabar terbaru kali ini mengulas tentang orang tua (ortu) santri Ponpes Gontor tak boleh atau tidak melibatkan Polisi jika ada sesuatu yang menimpa anaknya di lingkungan pondok.

Larangan tersebut tertuang dalam surat pernyataan yang telah ditandatangi pihak ortu sebelum anaknya masuk di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG).

Terkait penandatanganan surat pernyataan oleh orang tua atau wali santri yang tidak akan melibatkan pihak luar pondok dalam menyelesaikan urusan dengan Pondok Gontor.

Hal tersebut juga yang mendasari Pondok Gontor tidak langsung melapor ke Polisi saat santri AM meninggal pada 22 Agustus lalu.

"Berangkat dari orang tua saat mencalonkan anaknya menjadi siswa Gontor, orang tua sudah menandatangani surat pernyataan, menyerahkan anak kepada pihak Gontor dengan kesanggupan - kesanggupan, antara lain untuk sanggup tidak memperkarakan apa yang terjadi kepada polisi," kata Juru Bicara PMDG, Noor Syahid, Rabu (7/9/2022).

Pernyataan tersebut bukan berarti Pondok Gontor tidak mau berurusan dengan hukum, tapi sebisa mungkin menjaga lembaga terlebih dahulu.

"Gontor tidak mentolerir kekerasan apapun, penganiayaan apapun, bullying sekecil apapun, inti dari sebenarnya ke sana, kalau terjadi kejahatan bullying itu sudah oknum, kalau dalam bahasa Gontor itu individu," lanjutnya.

Individu yang melakukan kekerasan tersebut akan mendapatkan sanksi tegas yaitu dikeluarkan atau diusir dari Pondok Gontor.

Setelah keluar dari Pondok Gontor itu lah, hukum negara tetap bisa diproses.

Noor Syahid juga memastikan hubungan Pondok Gontor dengan orang tua korban maupun pelaku baik-baik saja.

Bahkan Pondok Gontor sebisa mungkin melakukan mediasi antara kedua orang tua untuk saling memaafkan.

"Kalau dengan keluarga kita baik - baik terus bagaimana pun pihak pelaku dan korban adalah santri Gontor juga, Gontor semaksimal mungkin (membantu) untuk saling memaafkan," jelas Noor Syahid.

Di media sosial sendiri juga beredar luas diduga surat pernyataan orang tua atau wali santri sebelum anaknya masuk Pondok Gontor.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved