Grahadi

Pemprov Jatim

Lewat FESyar, Gubernur Khofifah Optimis Ekonomi Syariah Jatim Tumbuh Inklusif

Gubernur Khofifah optimistis akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi syariah Jatim yang inklusif, Go Global, Go Digital dan Go Agriculture.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
Istimewa
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dan Kepala Perwakilan BI Jatim, Budi Hanoto saat pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa di Tunjungan Plaza, Surabaya, Kamis (8/9/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa kembali di gelar di Surabaya, tepatnya di Tunjungan Plaza, mulau Kamis (8/9/2022) ini hingga dua hari ke depan.

Melalui FESyar Regional Jawa kali ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi syariah Jatim yang inklusif, Go Global, Go Digital dan Go Agriculture.

“FESyar ini menjadi sinergi ekonomi dan keuangan syariah untuk melakukan penguatan dan pemulihan ekonomi yang inklusif. Memang ini digelar regional Jawa, tapi kita berharap FESyar yang digelar di Jatim ini akan memberi resonansi ke nasional hingga internasional dan global. Maka terima kasih BI sudah kembali menggelar FESyar di Jatim,” tegas Khofifah.

Lebih lanjut ia juga megatakan, ada harapan besar bahwa FESyar akan memberikan support dan injeksi penguatan bagi para pelaku dan pegiat usaha ekonomi syariah untuk kian mengembangkan serta memperluas usahanya.

“Ada tiga besar nilai yang ingin diinterferensi lewat FESyar ini. Yaitu Go Global, Go Digital dan Go Agriculture,” tegas Khofifah.

Go Global yang dimaksud, yaitu untuk bagimana pelaku ekonomi syariah dapat menembus pasar global. Kemudian pelaku usaha juga didorong untuk Go Digital dengan mendorong pelaku UMKM syariah untuk menggunakan teknologi digital dalam mengakselerasi bisnis.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga mendorong pengembangan ekonomi syariah yang Go Agriculture untuk menguatkan ketahanan dan kedaulatan pangan di berbagai wilayah di Jatim.

“Tahun 2020 dan 2021 produksi padi Jatim tertinggi nasional, ini harus terus kita jaga. Di tahun ini, sampai Juli produksi padi kita sudah 8,3 juta ton, mudah-mudahan sampai 31 Desember 2022 produksi padi kita bisa tembus 10 juta ton,” tegasnya.

Pihaknya optimistis ekonomi syariah di Jatim bisa berkembang, karena masyarakat Jatim yang beragama Islam sebanyak 85,38 persen yang berpotensi sebagai base customer.

Selain itu, terdapat 6.003 pondok pesantren dengan kurang kebih 965.646 santri dan kurang lebih 38 ribu masjid yang dapat dijadikan motor penggerak ekonomi syariah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved