Berita Gresik

Dilaporkan ke Polda Jatim Soal Tuduh Polisi Palak Sopir, Kades Sumberrame Gresik: 'Itu Hak Mereka'

Kepala Desa Sumberrame Gresik, Sueb Wahyudi, mengaku baru tahu jika dilaporkan UU ITE oleh anggota Polda Jatim.

Penulis: Willy Abraham | Editor: irwan sy
IST
Tangkapan layar video viral sopir Pajero terlibat perseteruan dengan anggota polisi di Tol Lebani Gresik. 

Berita Gresik

SURYA.co.id | GRESIK - Kepala Desa Sumberrame Gresik, Sueb Wahyudi, mengaku baru tahu jika dilaporkan UU ITE oleh anggota Polda Jatim.

Sueb mengaku tidak masalah dan mempersilakan pelaporan tersebut.

Sueb adalah pengendara mobil Pajero Sport dalam video yang mengedor kaca mobil PJR Dirlantas Polda Jatim di Tol Lebani Gresik beberapa waktu lalu.

"Tidak apa-apa silakan itu hak mereka nanti dibuka di pengadilan karena saya waktu itiu memang tidak tega ada sopir pikap dimintai uang seperti itu," kata Sueb saat ditemui di kediamannya.

Sueb menjelaskan bahwa saat itu dia mendapat saat itu dia mendapat informasi langsung dari sopir pikap bernama Fajar.

Dikenai Rp 500 ribu, kata Sueb, besar bagi sopir pikap.

Jika memang surat mati harusnya ditilang saja sesuai aturan.

Pihaknya mengaku tidak masalah jika dilaporkan oleh Brigdir SA.

"Saya ikuti saja, saya tidak lari," ujarnya.

Sebelumnya, viralnya video Sueb yang terlibat keributan di pinggir jalan tol karena adanya petugas polisi meminta uang seharga Rp 500 ribu, kepada seorang sopir mobil pikap, berbuntut panjang.

Sueb, dilaporkan atas pencemaran nama baik, sesuai UU ITE.

Pelapornya, Brigadir SA, merupakan anggota Satuan PJR Dilantas Polda Jatim.

Ia adalah sosok anggota polisi tertuduh dalam video berdurasi 2 menit 20 detik yang viral tersebut.

Laporan yang dibuat Brigadir SA terhadap Sueb dilakukan melalui Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Ditlantas Polda Jatim Kombes Pol Muhammad Taslim Chairuddin.

"Kalau diamankan belum (SW). Tetapi tadi, anggota memutuskan melaporkan yang bersangkutan berdasarkan UU ITE karena yang disampaikan melalui video tidak sebagaimana informasi yang sesungguhnya, karena ada tuduhan dan sebagainya," katanya saat dikonfirmasi TribunJatim.com (grup SURYA.co.id), Minggu (4/9/2022) lalu.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved