Berita Banyuwangi

Anak Muda Pun Tertarik, Pameran Benda-Benda Kuno Sampai Akik di Banyuwangi Dibanjiri Pengunjung

Tidak hanya pameran barang antik, pameran kepurbakalaan juga diisi oleh pameran batu akik, pameran lukisan, lelang barang antik

Penulis: Haorrahman | Editor: Deddy Humana
surya/haorrahman
Benda-benda bersejarah yang dipamerkan dalam Banyuwangi Antique Exhibition. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Sangat jarang generasi muda yang tertarik pada sesuatu yang berbau kuno, antik, bersejarah atau kepurbakalaan. Tetapi anggapan itu tertepis saat berbagai benda purbakala dan bersejarah dari batu, tanah liat, keramik, hingga kayu ditampilkan pada Banyuwangi Antique Exhibition di halaman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, 6 -10 September.

Dalam pameran itu, ditampilkan pelbagai alat komunikasi kuno, uang kuno, lukisan, guci-guci hingga berbagai pernak pernik peninggalan dari beberapa puluh hingga ratusan tahun.

Banyuwangi Antique Exhibition atau yang biasa dikenal Pameran Kepurbakalaan merupakan agenda rutin Banyuwangi Festival. Komunitas hingga kolektor barang antik berkumpul dalam pameran.

Tidak hanya berisikan pameran barang antik, pameran kepurbakalaan juga diisi oleh pameran batu akik, pameran lukisan, lelang barang antik hingga sarasehan kepurbakalaan.

"Ternyata antusiasmenya tinggi, bukan hanya kolektor tetapi juga anak muda. Jarang ada anak muda yang suka kepurbakalaan dan turut melestarikan benda-benda purbakala, tempat cagar budaya dan benda-benda bersejarah lainnya," kata Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah.

Sugirah mengatakan, peninggalan purbakala juga memiliki nilai jual tinggi dan bisa mendatangkan rezeki. "Sektor ini sangat pasarnya tertentu. Karenanya semakin antik maka tambah menarik dan banyak dicari. Bisa punya nilai jual tinggi," tuturnya.

Sementara Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Choliqul Ridho menyebutkan pameran kepurbakalaan adalah ajang memperkenalkan pengunjung wawasan baru terkait benda-benda purbakala yang terdapat di Museum Blambangan serta bagaimana sejarah peninggalanya.

"Tujuan pameran ini untuk mengenalkan serta menyosialisasikan dan memberikan pengetahuan kepada kaum milenial tentang kepurbakalaan juga sejarah barang antik," kata Ridho.

Ia menambahkan untuk merealisasikan tujuan tersebut, Disbudpar menggandeng komunitas-komunitas barang antik, seperti komunitas batu akik, seniman-seniman lawas Banyuwangi dan pegiat cagar budaya untuk memberikan edukasi mengenai kepurbakalaan melalui sarasehan.

"Setiap pagi hingga tanggal 10 September akan ada sarasehan mengenai budaya dan peninggalan purbakala Banyuwangi. Besok topiknya batik, dan masih ada beberapa topik lainnya," lanjutnya.

Banyuwangi Antique Exhibition mengusung konsep rumah tradisional Gedek Osing yang khas dan sarat akan kebudayaan masyarakat Blambangan. Pengunjung seakan diajak bernostalgia ke masa lalu. Ada pula expo UMKM sehingga pengunjung dapat berkeliling sambil menikmati makanan dan minuman. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved