Berita Surabaya

Stakeholder Keuangan, Akademisi dan BPS Jatim Gelar East Java Economic Review 2022

Kementerian Keuangan bekerja sama dengan BI Jatim menggelar talkshow secara daring dengan tema East Java Economic Review 2022.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
habibur rohman/surya.co.id
Salah satu UMKM saat tampil di sebuah pameran di event East Java Economic Review 2022, di mana pangsa kredit UMKM di Jatim terus meningkat menjadi 31,56 persen hingga kuartal II tahun 2022 ini. 

Belanja negara sebesar Rp65,31 triliun atau 54,46 persen dari target, menyebabkan surplus anggaran regional Jawa Timur sebesar Rp70,18 triliun.

Kinerja belanja kementerian/lembaga sedikit melambat, sedangkan kinerja TKDD tumbuh positif.

"Koordinasi perlu dilakukan dengan Pemerintah Daerah untuk percepatan penyerapan belanja daerah yang berkualitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Jatim," pungkas Taukhid.

Hadir pada kegiatan ini Rizki Ernadi Wimanda, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur sebagai narasumber kedua, menyampaikan kinerja ekonomi Jawa Timur pada triwulan II 2022 tumbuh sebesar 5,74 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2022, yang mencapai 5,24 persen (yoy).

"Hal ini ditopang oleh perbaikan konsumsi rumah tangga, investasi, dan perdagangan antardaerah," jelas Rizki.

Triwulan III 2022 kinerja ekonomi diperkirakan meningkat seiring berlanjutnya vaksinasi Covid-19, masa libur sekolah, pencairan gaji ke-13 ASN, serta bertepatan momen Haji dan Idul Adha.

Diperkirakan keyakinan konsumen dan pelaku usaha cukup kuat pada triwulan III 2022. Tingkat kemiskinan dan pengangguran terbuka di Jawa Timur pada semester I 2022 terpantau lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

"Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Jawa Timur pada Juli 2022 menacapai 5,38 persen (yoy), atau berada di atas sasaran inflasi nasional 3±1 persen (yoy)," papar Rizki.

Posisi Juni 2022 stabilitas sektor jasa keuangan Jawa Timur masih terjaga. Bambang Mukti Riadi, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 4, menjelaskan kecukupan modal terjaga diatas threshold.

"Kecukupan likuiditas mencukupi untuk antisipasi kebutuhan masyarakat, dan risiko kredit termitigasi dengan baik. Kinerja sektor jasa keuangan terjaga dengan pertumbuhan positif baik dari perbankan, pasar modal dan industri non bank," ungkap Bambang.

Pertumbuhan kredit perbankan per Juni 2022 tumbuh sebesar 6,16 persen (yoy) atau 2,70 persen (qtq) dengan nominal mencapai Rp552,6 triliun.

Upaya pemulihan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan yang masih terjaga tidak terlepas dari beberapa kebijakan, di antaranya kebijakan restrukturisasi, digitalisasi, UMKM, pasar modal, konsolidasi perbankan melalui pemenuhan modal inti, dan mendorong akses keuangan melalui Tim Percepatan Keuangan Aset Daerah (TPKAD).

Dadang Hardiwan, Kepala BPS Provinsi Jatim, menyampaikan momentum pemulihan ekonomi Jawa Timur terus terjaga.

"Perkembangan ekonomiJawa Timur selama kuartal kedua 2022 tumbuh 2,39 persen dibandingkan kuartal pertama 2022," jelas Dadang.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved