Berita Mojokerto

Ubaya Gelar Pertunjukan Wayang Kulit “Babad Wanamarta” di Trawas Mojokerto

Universitas Surabaya menggelar pertunjukan wayang kulit dengan lakon “Babad Wanamarta” di Training Center Kampus III Ubaya di Trawas Mojokerto

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.tribunnews.com/Habibur Rohman
Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar pertunjukan wayang kulit “Babad Wanamarta”. Wayang dimainkan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Kadis Disbudpar) Provinsi Jawa Timur Sinarto di Lapangan Parkir Bus Ubaya Training Center (UTC) Kampus III Ubaya Trawas Mojokerto, Sabtu (3/9/2022). 

 

SURYA.co.id | SURABAYA – Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar pertunjukan wayang kulit dengan lakon “Babad Wanamarta” di Training Center Kampus III Univeritas Surabaya (Ubaya) di Twawas, Mojokerto, Sabtu (3/9/2022) malam.

Wayang dimainkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadis Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, Sinarto.

Acara diawali dengan penyerahan wayang oleh Ketua Yayasan Universitas Surabaya, Anton Prijatno, kepada Dalang Ki Sinarto yang juga merupakan Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jawa Timur 2022-2027.

Dalang Ki Sinarto memainkan wayang kulit semalam suntuk.

Selain pertunjukan wayang, ada pula penampilan dagelan dari pelawak Agus Kuprit, Cak Tawar, dan Proborini.

Rektor Ubaya, Dr Ir Benny Lianto, MMBAT mengatakan pagelaran wayang sudah menjadi tradisi Ubaya sejak dulu dan kembali diadakan sebagai momen melangkah pasca pandemi.

“Ubaya ingin menggaungkan budaya asli Indonesia ke lintas generasi. Sesuai tema Babad Wanamarta, kami ingin semua generasi bisa bersatu dalam membangun kehidupan baru yang lebih baik,” ujarnya.

Cerita wayang “Babad Wanamarta” menggambarkan Indonesia saat berjuang mengusahakan kemerdekaan. Lakon ini mengisahkan usaha Puntadewa, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa atau biasa disebut Pandawa dalam mendirikan istana di Hutan Wanamarta.

Hutan tersebut terkenal sangat angker sehingga mustahil dimasuki siapapun. Pandawa pun harus mengalahkan serangan dari makhluk penunggu hutan.

Dengan ketekunan, pantang menyerah, serta kesungguhannya, Pandawa akhirnya berhasil mendirikan istana megah yang diberi nama Amarta.

Melalui pagelaran wayang ini, Ubaya ingin mengajak masyarakat untuk mencintai budaya lewat hiburan lokal. Benny berharap, nilai-nilai baik dalam cerita wayang ini dapat dihayati dalam kehidupan sehari-hari.

“Ubaya berupaya untuk terus menjaga kelestarian kesenian lokal, khsususnya wayang kulit, agar dapat dinikmati masyarakat dari masa ke masa," ungkapnya.

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved