Berita Olahraga

Miranda Goeltom Kukuhkan GABSI Jatim 2022-2025 sebagai Provinsi Gudang Atlet Bridge

Aries Agung Paewai secara resmi dikukuhkan sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pemprov) Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Jatim periode 2022-2025

Editor: Fatkhul Alami
Foto GABSI Jatim
Ketua Umum PB GABSI, Miranda S Goeltom (kanan) dan Aries Agung Paewai dalam pengukuhan pengurus Pengrov GABSI Jatim di Surabaya, Minggu (4/9/2022) 

 

SURYA.co.id | SURABAYA - Aries Agung Paewai secara resmi dikukuhkan sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pemprov) Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Jatim periode 2022-2025. Ia berserta pengurus GABSI Jatim dilantik, Minggu (4/9/2022).

Bertempat di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur di Surabaya, Aries Agung Paewai beserta jajaran pengurus GAABSI Jatim 2022-2025 dikukuhkan Ketua Umum PB GABSI, Miranda S Goeltom.

Miranda Goeltom menyampaikan, bahwa pelantikan ini tidak hanya kegiatan rutin organisasi sesuai dengan AD/ART namun menjadi tonggak awal bagi pengurus baru untuk dapat membawa Jatim berprestasi.

Ia tahu betul bagaimana besarnya Jatim yang menjadi gudang atlet Bridge di Indonesia.

"Sejak masa kepemimpinan saya pada 2022-2006, Jatim yang mendukung saya dan Bridge bisa masuk sekolah. Hasilnya kelihatan sekali, betapa berbuahnya banyak atlet yang lahir. Jadi, Jatim adalah gudang atlet yang harus dipelihara," sebut Miranda Goeltom dalam sambutannya.

Miranda Goeltom yakin dibawah kepemimpin Aries Agung, GABSI Jatim akan lebih bagus, utamanya dalam prestasi. Meski tak tahu bridge, seperti dirinya, namun Aries punya kemampuan mengelola manajemen organisasi.

“Saya berharap kepengurusan baru ini berjalan dengan baik, memberikan kontribusi besar pada kemajuan bridge Indonesia. Apalagi Jatim ini dari dulu dikenal dengan gudangnya atlet,” ujar mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) ini.

Berkembangnya olahraga, menurutnya, tergantung bagaimana induk organisasi menjalankan program yang menyentuh ke seluruh lapisan penggiat olahraga tersebut. Bukan hanya pembinaan atlet yang mungkin masih belum ditemukan oleh pengurus-pengurus daerah, tapi juga pemassalan, kompetisi dan pembinaan klub-klub.

“Sayangnya, di Indonesia klub-klub ini bukannya makin berkembang, malah agak mati suri. Belajar dari sepakbola bisa maju, karena klub-klubnya maju. Ini saya titip ya pak Aries,” jelasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved