GWI Gandeng FEB Unair, Kembangkan Literasi Wakaf Bersamaan dengan Kegiatan Sertifikasi Nazhir

Gerakan Wakaf Indonesia (GWI) melakukan penandatanganan kerjasama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Rahadian Bagus
surya.co.id/rie
Dewan Pembina GWI, Iwan Agustiawan Fuad dengan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair) Prof Dr Dian Agustia saat melakukan penandatanganan kerjasama dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) khususnya para mahasiswa dalam pemahaman serta gerakan berwakaf. 

SURYA.CO.ID|SURABAYA - Gerakan Wakaf Indonesia (GWI) melakukan penandatanganan kerjasama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) khususnya para mahasiswa dalam pemahaman serta gerakan berwakaf.

Penandatanganan dilakukan Dewan Pembina GWI, Iwan Agustiawan Fuad dengan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair) Prof Dr Dian Agustia dilanjutkan dengan MoU antara GWI dengan Siap Umrah & Haji dilakukan di Hotel Santika Premier Surabaya, pada Sabtu (3/9/2022).

Iwan Agustiawan, mengatakan, kerja sama yang dilakukan bersama FEB Unair merupakan langkah strategis untuk mendorong literasi wakaf di Tanah Air, khususnya kepada generasi muda.

"Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengajak masyarakat dalam mencintai sang pencipta. Nah, GWI melakukan kegiatan melalui program 'Sobat Wakaf', dengan melibatkan kalangan mahasiswa dan masyarakat. Nah kali ini kami menggandeng FEB Unair," kata Iwan, disela acara yang juga diisi dengan peluncuran 'Sobat Wakaf' tersebut.

Dengan program-program yang diberikan kepada mahasiswa dan masyarakat, mulai pengenalan produk-produk dan layanan GWI serta beragam pelatihan, diharapkan akan banyak masyarakat yang tertarik dan jangka panjangnya bisa memberikan kontribusi terhadap perwakafan di Tanah Air.

Terkait mahasiswa sebagai sasaran, selain karena masa tersebut adalah saat mencari jati diri, juga memang selama ini pemahaman anak muda terkait wakaf masih minim.

"Apalagi seiring dengan terbitnya Undang-Undang (UU) tentang Wakaf di tahun 2014, saat ini banyak lembaga dan instansi pemerintah, hingga perusahaan asuransi yang gencar mengembangkan wakaf," ungkap Iwan.

Di satu sisi, di Indonesia, menurut Iwan, penanganan wakaf masih kurang. Sehingga sangat banyak aset-aset wakaf yang kurang produktif.

"Nah, ini tugas kita semua. GWI selain melalui program Sobat Wakaf, juga rutin menggelar pelatihan dan sertifikasi Nazhir, hingga berkoaborasi dengan stakeholder lainnya," jelas Iwan.

Direktur Marketing Siap Umrah & Haji, Lalla Suryanti, mengaku menyambut baik kerja sama dengan GWI, karena memiliki tujuan yang sama yakni mencintai Allah.

Halaman
12
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved