BIODATA Laksamana TNI Yudo Margono Calon Kuat Panglima TNI Pengganti Jenderal Andika Perkasa
Berikut profil dan biodata Laksamana TNI Yudo Margono yang disebut-sebut sebagai calon kuat Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.co.id - Berikut profil dan biodata Laksamana TNI Yudo Margono yang disebut-sebut sebagai calon kuat Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa.
Beredarnya nama KSAL Laksamana TNI Yudo Margono sebagai calon kuat Panglima TNI ini diungkapkan Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISSES), Khairul Fahmi.
Menurut Fahmi, Laksamana Yudo Margono berpeluang karena belum pensiun dan masih menjabat KSAL.
Baca juga: SOSOK Calon Kuat Panglima TNI Pengganti Jenderal Andika Perkasa yang Pensiun November, Matra Beda
Lantas, seperti apa profil dan biodatanya?
Laksamana TNI Yudo Margono adalah putra asli Madiun, Jawa Timur.
Dia lahir pada tanggal 26 November 1965.
Masa kecilnya dihabiskan di Desa Garon, Kecamatan Balerejo.
Di sana dia juga mengenyam pendidikan dasar.
Pada Minggu (16/1/2022), Laksamana Yudo Margono mengunjungi sekolahnya itu didampingi sang istri yang juga Ketua Umum Jalasenastri, Veronica Yulis Prihayati Yudo Margono.
Yudo bernostalgia sembari meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di SD yang berada di pinggir jalan raya Madiun-Surabaya tersebut.
"Tentunya ada rasa terkenang kembali beberapa puluh tahun yang lalu. Saya lulus tahun 77/78," kata Yudo ditemui di SDN Garon 02, Minggu (16/1/2022).
Zaman menempuh pendidikan di SD tersebut, Yudo menceritakan dinding bangunan sekolahnya masih berupa kayu-kayu, belum tembok bata seperti sekarang.
"Sekolah (kelas) saya di pojok sana, cuman tidak sebagus sekarang. Kalau banjir sekolahnya ditutup, libur," jelas alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-XXXIII/tahun 1988 tersebut.
Yudo juga mengenang bagaimana dirinya berangkat sekolah dengan berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki.
"Kita kalau sekolah jalan, dari rumah saya di Garon itu. Dulu belum ada sepatu, belum ada sandal. Nyeker 1 kilometer," terang Yudo.