Press Release

PGN Tingkatkan Pemanfaatan Gas Bumi Melalui Integrasi Infrastruktur Gas Bumi

Dalam waktu dekat, proyek Jambaran Tiung Biru, memungkinkan Jawa Timur memiliki surplus gas.

Foto Istimewa PGN
General Manager PGN SOR III, Edi Armawiria, saat tampil dalam kegiatan Gas Expo 2022 yang digelar di Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah terus berupaya mengoptimasi penemuan sumber cadangan gas baru guna meningkatkan pemanfaatan gas bumi nasional di era transisi energi, khususnya di wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa).

Dalam waktu dekat, proyek Jambaran Tiung Biru, memungkinkan Jawa Timur memiliki surplus gas.

PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina bersiap meutilisasi potensi cadangan tersebut dengan integrasi infrasruktur gas bumi sehingga bisa meningkatkan akses energi bagi seluruh masyarakat.

General Manager PGN SOR III, Edi Armawiria menyatakan bahwa integrasi infrastruktur gas bumi yang dilakukan PGN dilakukan pada infrastruktur pipa dan non pipa.

“Di Jawa, pipa gas sudah membentang di Jawa Bagian Barat dan Jawa Timur. Saat ini sedang berproses untuk menyambungan Jawa Tegah dengan Jawa Barat melalui pipa Semarang-Cirebon," kata Edi, Kamis (1/9/2022).

Ada beberapa inisatif yang sedang didevelop oleh Subholding Gas dengan badan usaha lainnya baik infrastruktur pipa maupun non pipa.

PGN SOR III melayani pemanfaatan gas bumi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan infrastruktur pipa transmisi sepanjang 961 KM dan pipa distribusi sepanjang 2.947 KM.

Sementara infrastruktur non pipa untuk utilisasi Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquified Natural Gas (LNG).

Pengembangan infrastruktur non pipa dilakukan untuk mempercepat peningkatan pemanfaatan gas bumi terutama untuk segmen retail seperti hotel, restoran, dan café.
Sejumlah SPBG juga dioperasikan untuk menyediakan bahan bakar gas yang lebih hemat dan ramah lingkungan bagi transportasi dari, yakni SPBG Ngagel, SPBG Kaligawe, SPBG Mangkang, dan SPBG Penggaron.

PGN juga tengah mempercepat pengembangan jaringan gas rumah tangga dengan investasi mandiri, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga lebih kompetitif yang ditetapkan oleh BPH Migas dibandingkan bahan bakar non subsidi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved