Grahadi

Pemprov Jatim

Hanya Dapat Jatah 2,25 Juta Ton Pupuk Subsidi, Pemprov Jatim Ajak Petani Beralih ke Pupuk Organik

Pemprov Jatim berupaya untuk memastikan agar para petani di Jatim tidak terimbas kebijakan pengurangan subsidi pupuk

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berupaya untuk memastikan agar para petani di Jatim tidak terimbas kebijakan pengurangan subsidi pupuk yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat.

Sebagaimana diketahui, sejak 8 Juli 2022, pemerintah resmi membatasi pupuk bersubsidi yang diberikan kepada petani.

Jika sebelumnya, terdapat enam jenis pupuk yang disubsidi. Tapi kini hanya ada dua jenis pupuk yang disubsidi oleh pemerintah, yaitu Urea dan NPK (Nitrogen, Phospat dan Kalium).

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian.

“Untuk pengurangan pupuk bersubsidi, kami berupaya agar petani kita tidak ketergantungan dengan pupuk subsidi. Maka kami arahkan agar petani kita menggunakan pupuk organik,” tegas Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo kepada Surya, Kamis (1/9/2022).

Para petani di Jatim, diarahkan untuk memproduksi dan membuat pupuk organik Kemudian menanam tanaman anti hama dan memberdayakan hewan malam untuk memakan tikus.

Tidak hanya itu, Hadi menegaskan, bahwa pihaknya aktif melakukan demplot pada para kelompok tani yang ada di Jawa Timur.

Demplot yang dimaksud, adalah demonstration plot yang merupakan aktivitas penyuluhan pertanian di suatu wilayah dengan cara memperkenalkan dan memperagakan teknik-teknik pertanian yang dalam hal ini membuat pupuk.

“Demplot ini kami gelar di beberapa Kabupaten, yang kemudian dibangun beberapa kelompok tani. Di situ kami bina mereka supaya menggunakan pupuk organik. Dan ini Alhamdulillah sudah jalan, paling tidak bisa membantu mereka saat pupuk langka atau sedang ada kebijakan pengurangan seperti ini,” tegasnya.

Lebih lanjut Hadi menegaskan, peran Pemprov Jatim dalam penyediaan pupuk bersubsidi dikatakannya hanya sebagai perantara dalam pengajuan dan distribusi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved