Grahadi

Pemprov Jatim

Kukuhkan Pengurus YKI Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Maksimalkan Promotif dan Preventif

Gubernur Khofifah mengukuhkan pengurus Yayasan Kanker Indonesia Jawa Timur (YKI Jatim) masa bakti tahun 2022-2027, di Gedung Negara Grahadi

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengukuhkan pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Jatim masa bakti tahun 2022-2027 di Gedung Negara Grahadi, Rabu (31/8/3022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengukuhkan pengurus Yayasan Kanker Indonesia Jawa Timur (YKI Jatim) masa bakti tahun 2022-2027, di Gedung Negara Grahadi, Rabu (31/8/3022).

Kepada para pengurus YKI tersebut, Gubernur Khofifah memesankan agar mereka memaksimalkan upaya promotif dan preventif deteksi dini serta supportif-paliatif.

Menurutnya, hal tersebut akan berdampak signifikan pada peningkatan angka kesembuhan bagi penderita kanker terlebih kanker serviks dan kanker payudara.

"Kita persambungkan dengan arahan Ketua Umum YKI Pusat, yang mengajak kita memaksimalkan deteksi dini promotif, deteksi dini preventif, ditambah supportif paliatif," kata Gubernur Khofifah.

Pengurus YKI cabang koordinator Jawa Timur masa bakti tahun 2022-2027, dikukuhkan berdasarkan SK No. 114 SK Cabang V Tahun 2022 tanggal 12 Mei 2022 tentang pengukuhan Indonesia Jawa Timur masa bakti 2022-2027.

Pengurus YKI cabang koordinator Jatim, juga dikukuhkan secara virtual oleh Ketua Umum YKI Pusat Prof Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD KHOM FINASIM FACP.

Pengukuhan tersebut dilakukan secara simbolis kepada 9 orang pengurus, serta ditandai dengan penyematan pin oleh Gubernur Jawa Timur dan diikuti oleh 41 orang pengurus lainnya.

Gubernur Khofifah menjelaskan, upaya promotif dan preventif deteksi dini dapat dengan menambah titik-titik pap smear dan mammografi.

Caranya, lanjut Khofifah, dengan melibatkan banyak pihak. Termasuk sinergitas dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan organisasi-organisasi masyarakat yang memiliki rumah sakit dan klinik di berbagai daerah.

"Pap smear bisa makin diluaskan, di titik mana potensi kemungkinan terjadinya serviks sesuai dengan data yang ada di Dinkes, kita bisa bangun sinergitas lebih kuat lagi untuk bisa memperbanyak pap smear," jelasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved