KKB Papua

4 JAGAL Mutilasi Pemasok Senjata KKB Papua Dijerat Pasal 340, Perwira TNI dan 4 Prajurit Terlibat

Empat orang teruga selaku jagal mutilasi terhadap 4 pemasok senjata api ke KKB Papua dijerat Pasal 340 atau pembunuhan berencana.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase Tribunnews.com dan KOMPAS.COM
Ilustrasi korban mutilasi dan Direskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani. Terbaru empat jagal mutilasi terduga pemasok senjata KKB Papua dijerat pasal 340 atau pembunuhan berencana. Dalam kasus mutilasi tersebut, 2 Perwira TNI AD dan 4 Prajurit TNI AD diduga terlibat. 

SURYA.co.id | JAYAPURA - Empat orang teruga selaku jagal mutilasi terhadap 4 pemasok senjata api ke KKB Papua dijerat Pasal 340 atau pembunuhan berencana.

Pasal 340 KUHP adalah pasal yang mengatur pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati atau paling rendah 20 tahun penjara.

Mereka diduga bersekongkol dengan dua Perwira TNI AD dan 4 prajurit melakukan pembunuhan secara keji lalu mebuang jasad korban ke sungai.

Dari empat warga sipil selaku tersangka pembunuhan berencana, tiga di antaranya telah ditangkap anggota Polda Papua.

Sementara, satu orang lainnya kabur dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

Ketiga tersangka tersebut adalah APL alias J, DU dan R.

Kasus tersebut terbongkar setelah warga menemukan jasad para korban di sungai, kemudian iinvestigasi oleh Polda Papua.

Sementara, terduga pelaku dari prajurit TNI AD ditangani oleh Kodam Cenderawasih atas perintah Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman.

Mereka kini sudah ditahan di Puspomad.

Penjelasan Polda Papua

Terkait pasal pembunuhan berencana yang disangkakan, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani telah memastikan itu.

"Kalau motifnya perampokan. Ya, ada (unsur pembunuhan berencana), makanya kita kenakan Pasal 340 jo Pasal 55, 56 atau 338 dan atau 365 perampokan (KUHP)," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (29/8/2022).

Mengenai jumlah pelaku dari warga sipil, Faizal menyebut, polisi telah menetapkan empat orang sebagai tersangka.

Tiga orang sudah ditangkap, satu orang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved